Misterius, Gas Melon Menghilang Tanpa Penjelasan

- 17 Juli 2019, 20:30 WIB
FOTO ilustrasi gas melon.*/DOK. PR

SUMBER, (PR).- Sudah setengah bulan terakhir di bulan Juli 2019 ini,  gas berisi tiga kilogram atau lebih dikenal sebagai gas melon, menghilang dari pasaran di Kabupaten Cirebon. Masyarakat konsumen gas tersebut, baik untuk keperluan rumah tangga maupun pedagang kecil, kelimpungan.

Nyaris tidak tersedia di warung-warung tempat biasa masyarakat membeli. Untuk mendapatkannya, masyarakat sampai harus keluar desa, atau langsung ke agen dan distributor, itupun harus antre dengan konsumen lain yang juga sama-sama kesulitan.

"Susah sekali mendapatkan gas melon. Kalau mau dapat, harus ke a en atau distributor. Itupun harus ngantre lama," kata Emi (42 tahun), warga Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Rabu 17 Juli 2019.

Kesulitan sama dialami warga lainnya. Dalam dua minggu ini, tidak sedikit masyarakat yang terpaksa membuat kompor darurat dan memasak dengan kayu bakar.

“Kami terpaksa memasak dengan kayu bakar. Kalau sudah dapat gas melon, baru masak dengan kompor biasa,” tutur Warkim (38 tahun), warga Desa/Kecamatan Kanci.

loading...

Masyarakat kebingungan dengan menghilangnya gas melon di pasaran. Sebab tidak ada kejelasan penyebabnya, baik agen maupun distributor juga tidak bisa memberi jawaban pasti kenapa gas melon sulit didapat.

“Baik warung, agen maupun distributor juga tidak tahu kenapa langka. Selama ini, kalau ke distributor hanya ketemu pekerjanya saja, bukan majikannya. Pekerjanya juga tidak tahu, kalau ditanya hanya mengaku kalau sejak dari Pertamina jumlahnya terbatas,” tutur Mail (39 tahun), warga Bandengan, Mundu.

Kelangkaan gas melon di Cirebon terjadi merata. Tidak saja di kecamatan di wilayah timur, di wilayah barat juga sama. Masyarakat mengeluhkan dengan sulitnya memperoleh gas melon tersebut.

“Saya harus antre dua jam hanya untuk mendapatkan dua tabung,” tutur Anto (38 tahun), warga Desa Marikangen, Kecamatan Plumbon.

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X