Kamis, 30 Januari 2020

Ada LRT, Angkot Dilarang Beroperasi di Pusat Kota Bogor

- 17 Juli 2019, 10:28 WIB
Angkutan umum berhenti di pemberhentian lampu merah di Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor, Jumat, 14 Juni 2019. */WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

BOGOR,(PR).-  Angkutan umum kemungkinan besar akan dilarang beroperasi di pusat Kota Bogor jika moda transportasi Lintas Raya Terpadu (LRT) beroperasi di Kota Bogor. Pemerintah Kota Bogor lebih condong menyediakan transportasi lanjutan LRT dengan menggunakan hibah transportasi dari Belanda sejenis trem atau monorel.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menuturkan, pelarangan angkutan umum di pusat kota terutama di kawasan lingkar Sistem Satu Arah Kebun Raya Bogor adalah hal yang lumrah. Dedie mencontohkan, beberapa kota besar di Indonesia seperti Yogyakarta, Batam, dan Semarang sudah lebih dulu memberlakukan larangan tersebut untuk meminimalisasi kemacetan.

“Saat ini dari 3.300 angkot yang ada, mungkin operasional harian itu paling hanya 600, sudah kalah sama taksi online dan ojek online. Secara bisnis keuangan juga sudah tidak lagi menguntungkan,” ujar Dedie, Selasa, 16 Juli 2019. 

Menurut Dedie, pelarangan angkot di pusat kota bukan bertujuan untuk mematikan usaha angkot. Akan tetapi, Dedie ingin ada pendistribusian transportasi yang lebih merata, khususnya di area perbatasan Kota Bogor.

“Di sini, angkot tidak akan dimatikan, boleh beroperasi tetapi di jalan kecil, semisal Bubulak-Ciawi, atau Ciparigi sampai Ciawi,  ya satu kali jalan,” kata Dedie.

Moda transportasi lanjutan

Setelah Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek memastikan stasiun akhir akan dibangun Terminal Baranangsiang, Pemerintah Kota Bogor kini lebih mematangkan moda transportasi lanjutan di pusat kota.

Salah satu alternatif yang akan digunakan adalah  trem atau monorel. Menurut Dedie, Pemerintah Belanda sudah siap menghibahkan trem kepada Pemerintah Kota Bogor

Hibah tersebut rencananya akan diberikan pada 2020 mendatang. Belum lama ini, perusahaan dari Prancis juga sedang membuat kajian struktur Kota Bogor, apakah memungkinkan jalur SSA Bogor digunakan sebagai jalur trem.  

“Pemerintah pusat sudah banyak memberikan perhatikan, termasuk misalnya hibah trem dari Belanda, jadi ini harus nyambung, LRT ke mana, trem kemana, ini yang harus direncanakan,” kata Dedie.

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X