Jumat, 13 Desember 2019

Sekoper Cinta Mengurangi Angka Perceraian Keluarga

- 15 Juli 2019, 20:29 WIB
WALI Kota Banjar, Hj.Ade Uu Sukaesih didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjar, Ny.Elis Kartini Suryana dan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjar, H. Asep Tatang Iskandar, memukul goong simbol diluncurkannya sekoper cinta dan ngabaso di ruang pertemuan Kantor Desa Karyamukti, Kec Pataruman, Senin 15 Juli 2019.*/DEDE IWAN/KABAR PRIANGAN

BANJAR,(PR).- Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta) dan Ngabring ka Sakola (Ngabaso) resmi diluncurkan di Desa Karyamukti, Kec Pataruman, Senin 15 Juli 2019. 

Peresmian program Pemerintah Provinsi Jabar ini, ditandai pemukulan goong oleh Wali Kota Banjar, Hj.Ade Uu Sukaesih didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjar, Ny.Elis Kartini Suryana dan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjar, H. Asep Tatang Iskandar.

Desa Karyamukti, Kec Pataruman ini menjadi desa percontohan dari 25 desa/kelurahan se- Kota Banjar yang melaksanakan program Sekoper Cinta dan Ngabaso. 

Ketua TP PKK Kota Banjar, Ny.Elis Kartini Suryana, berharap Banjar ke depan berhasil mengurangi angka perceraian, kekerasan dalam rumah tangga dan perdagangan orang.

"Semua itu bisa diupayakan bersama untuk menguranginya. Melalui sekoper cinta," ujar Ny.Elis Kartini kepada wartawan Kabar Priangan, Dede Iwan.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjar, H. Asep Tatang Iskandar, menyatakan, sekoper cinta ini terintegrasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS). 

"Ketahanan keluarga sangatlah penting dan harus diutamakan. Menuju ke arah itu, diharuskan mampu meningkatkan kualitas hidup perempuan. Baik, segi kesehatan, pendidikan maupun daya belinya,"ujar H.Asep.

Lebih lanjut dia berharap sekoper cinta mampu meminimalisir pemberangkatan Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke luar negeri. Makanya, saat pelatihan sekoper cinta ini dibatasi persertanya mulai usia 18 tahun sampai 45 tahun. 

"Jika kesenjangan ekonomi berhasil diatasi, otomatis kesejahtraan pun terpenuhi. Kalau sudah berkecukupan ekonomi, mengapa harus bekerja ke luar negeri. Misal, jadi TKW itu," ujar H.Asep.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X