400.150 Baby Lobster Dilepasliarkan di Pangandaran

- 13 Juli 2019, 22:10 WIB
PULUHAN ribu baby lobster hasil sitaan saat dilepasliarkan di perairan pantai barat Pangandaran, Sabtu, 13 Juli 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Petugas telah menggagalkan aksi penyelundupan oleh para pelaku di perairan sungai Jambi dan mengamankan sebanyak 400.150 baby lobster serta 75.000 sidat. 

Lalu sebanyak 95.245 baby lobster dilepasliarkan di perairan Karang Luhur pantai barat Pangandaran dan 75.000 benih sidat di beberapa sungai di Kab. Pangandaran oleh pihak Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Bandung bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut Pangandaran, Polair Polres Ciamis, Pokmaswas dan Dinas Kelautan, Perikanan Dan Ketahanan Pangan Kab Pangandaran.

"400.150 baby lobster jenis pasir dan mutiara serta 75.000 sidat itu hasil sitaan dari para pelaku penyelundupan di Jambi," ungkap Kepala BKIPM Bandung, Deddy Arief, Sabtu, 13 Juli 2019.

Menurut Deddy, baby lobster dan sidat tersebut merupakan hasil operasi tangkap tangan BKIPM kerja sama dengan Polda Jambi yang hendak diselundupkan oleh pelaku ke negara Vietnam melalui Singapura.

"Pelaku membawa dan menyelundukan baby lobster ke  Singapura dengan menggunakan perahu speedboat," ujarnya.

loading...

Menurut Deddy, para pelaku penyelundup ditangkap di atas speedboat yang hendak berangkat melalui jalan tikus sebuah sungai menuju laut lepas. 

"Akhirnya petugas bisa mengejar dan kami tangkap pelakunya bersama barang bukti ketika perahu yang sedang dinaiki pelaku mau masuk ke laut," ujarnya kepada wartawan Kabar Priangan, Agus Kusnadi.

Dijual muarah

Kasus penyelundupan baby lobster, ungkap Deddy, masih lumayan banyak dan dilakukan melalui beberapa tahapan. Awalnya baby lobster hasil tangkapan oknum nelayan di laut lalu dijual kepada pengepul dengan harga murah.

"Dari pengepul satu dioper lagi ke pengpul satunya lagi yang ada dibeberapa wilayah hingga baby lobster terkumpul banyak dan akhirnya di bawa oleh kurir untuk diselundupkan," ujarnya.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X