Jumat, 21 Februari 2020

Eceng Gondok Tutupi 70 Persen Waduk Cirata

- 12 Juli 2019, 15:08 WIB
KONDISI sejumlah jaring apung di perairan Jangari, Kabupaten Cianjur. Saat ini, eceng gondok terus memenuhi area perairan Jangari, sehingga dikhawatirkan menganggu budidaya ikan karena minimnya pasokan oksigen dapat membuat ikan mati.*/SHOFIRA HANAN/PR

CIANJUR, (PR).- Eceng gondok mulai menutupi hampir 70 persen area aliran Waduk Cirata, Perairan Jangari, Kabupaten Cianjur. Hal tersebut akhirnya berdampak pada kondisi budidaya perikanan dan pariwisata di kawasan Jangari.

Ketua Kompepar Pesona Wisata Jangari, Hendrawan mengatakan, pertumbuhan eceng gondok yang cepat mempengaruhi perkembangan ikan di area waduk. Nafsu makan ikan terganggu dan pasokan oksigen untuk mereka pun terhambat.

“Ke kolam jaring apung (KJA) sangat berdampak, pasokan oksigen berkurang. Malah berpotensi membuat ikan mati,” ujar Hendrawan, Jumat, 12 Juli 2019. 

Menurut dia, hal tersebut akan sangat merugikan petani jaring apung. Soalnya, ikan yang mati bisa mencapai ratusan ton akibat pertumbuhan eceng gondok.

Ia menjelaskan, sejak dua tahun terakhir pertumbuhan eceng gondok terus terjadi. Pada 2017 lalu, kematian ratusan ton ikan pun terjadi karena japung yang dekat dengan kumpulan eceng gondok. Saat itu, petani akhirnya diarahkan untuk mengatur tata kolam mereka agar tidak terlalu dekat dengan eceng gondok.

“Kami juga akhirnya berinisiatif untuk melakukan upaya kebersihan. Kami mengarahkan semua pihak, supaya membersihkan eceng gondok. Kalau ada, tolong diangkat dibawa ke daratan,” ucapnya.

Hal itu perlu dilakukan, karena hingga saat ini belum ada langkah besar dari pemerintah. Hendra mengatakan, pemerintah seringkali mengaku terbentur anggaran untuk mengatasi persoalan eceng gondok yang terjadi.

Menurut dia, Kompepar sudah mengajukan mesin pengangkat dan penghancur eceng gondok. Namun, belum ada realisasi sampai sekarang meskipun alat tersebut dibutuhkan.

Perubahan cuaca

Lebih lanjut dikatakan, selain eceng gondok, petani ikan juga dihadapkan pada fenomena upwelling yang berpotensi terjadi seiring perubahan cuaca. Soalnya, saat musim kemarau terkadang hujan masih tetap turun.

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X