Rabu, 22 Januari 2020

Kampung Bendera Ranjirata, dari Ciamis untuk Indonesia

- 12 Juli 2019, 11:18 WIB
WARGA RT 15 RW 05 Ranjirata, Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng , Kabupaten Ciamis, Juju, tengah menjahit bendera merah putih, Kamis, 11 Juli 2019. Menjelang HUT Kemerdekaan Republik Indonesia warga di wilayah tersebut sibuk membuat bendera merah putih serta aneka jenis umbul-umbul. Selama ini Ranjirata dikenal sebagai kampung bendera.*/NURHANDOKO/PR

SETIAP menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus, bendera merah putih wajib dikibarkan secara serentak. Untuk lebih menyemarakkan suasana, umbul-umbul aneka bentuk dan warna juga dipasang untuk menyemarakkan suasana. 

Bukan tidak mungkin, bendera merah putih maupun umbul-umbul yang dipasang di rumah Anda ternyata berasal dari wilayah Ranjirata, Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis.

Selama ini, Ranjirata dikenal sebagai kampung bendera. Tidak hanya ribuan, jutaan bendera dan umbul-umbul setiap tahun diproduksi di wilayah tersebut. Pemasarannya tidak hanya regional Jawa Barat, akan tetapi merambah seantero Indonesia.

Julukan Ranjirata yang jaraknya sekitar lima kilometer dari pusat kota Ciamis sebagai kampung bendera, mulai dikenal sekitar tahun 1970-an. Hingga saat ini, ratusan warga setempat menggantungkan kehidupannya dari membuat bendera merah putih maupun umbul-umbul.  

Salah seorang warga RT 15 RW 05 Ranjirata, Didi Rudianto (50), mengatakan bahwa aktivitas persiapan pembuatan bendera biasanya mulai marak berlangsung sejak Februari. Pengerjaan dilakukan sejak awal, agar dapat memenuhi pesanan bendera merah putih maupun umbul-umbul yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Sekarang aktivitasnya relatif sudah sepi. Masih ada beberapa tenaga makloon atau penerima order yang menyelesaikan tugas menjahit. Setelah selesai, langsung dikirim ke sini untuk proses terakhir packing,” ungkap Didi, ketika ditemui di kediamannya, Kamis, 11 Juli 2019. 

Didampingi Juju (46) istrinya, Didi menggeluti pembuatan bendera sejak tahun 1990. Orang tuanya juga bekerja sebagai pembuat bendera. Selain mendapatkan ilmu membuat bendera dari orang tua, dia juga sempat menjadi pekerja pengusaha bendera.

“Membuat bendera merah putih sudah berlangsung turun termurun. Sekarang semua warga di sini tidak hanya terlibat bikin bendera, akan tetapi juga umbul-umbul,” katanya.

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X