Jumat, 6 Desember 2019

Pengkolan Bersih dari PKL, Warga Mengaku Senang

- 11 Juli 2019, 04:22 WIB
TIM gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Polri, dan TNI tampak bersiaga di kawasan Jalan Ahmad Yani, Garut Kota saat dilakukan penertiban terhadap para PKL yang biasa berjualan di kawasan tersebut, Rabu 10 Juli 2019.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN

GARUT, (PR).- Sudah sejak sekitar dua minggu terakhir, Pemkab Garut melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) intensif melaksanakn penertiban di kawasan seputar Pengkolan Garut yang merupakan kawasan tertib. Secara berangsur, para pedagang kaki lima (PKL) pun turut ditertIbkan dan diarahkan ke Gedung PKL di Jalan Guntur.

Tak heran kalau akhir-akhir ini kawasan Pengkolan mulai dari Jalan Siliwangi, Ciledug, dan Ahmad Yani terlihat lebih lenggang karena tak ada lagi PKL yang berjualan. Para pejalan kaki dan pengguna jalan pun mengaku lebih nyaman dan berharap kondisi seperti ini bisa terus terjaga.

"Alhamdulillah kini jalan-jalan di Pengkolan jauh lebih nyaman dari sebelumnya. Berjalan di trotoar lebih nyaman karena tak terganggu lapak-lapak PKL, begitupun kendaraan bisa melintas dengan lancar," komentar Heru Setiawan (54), warga Desa Tarogong, Kecamatan Tarogong Kidul.

Menurutnya, kondisi Pengkolan yang seperti ini sudah menjadi harapan warga termasuk dirinya sudh sejak lama. Dengan maraknya PKL yang berjualan, bukan hanya mengakibatkan pra pejalan kaki dan pengguna kendaraan merasa tak nyaman tapi juga kondisi Pengkolan terlihat sangat semrawut.

Diakuinya, selama ini ia sering mengantar tamu dari luar Garut untuk berkeliling di wilayah garut termasuk Pengkolan. Tak jarang ia dibuat malu dengan komentar-komentar tamu yang diantarnya yang rata-rata menyoroti suasana di Pengkolan yang dianggap sangat semrawut dan kumuh. 

"Dengan kondisi Pengkolan seperti sekarang ini, saya tak akan malu lagi membawa tamu jalan-jalan ke Pengkolan. Suasananya kini jauh lebih tertib, nyaman, dan bersih," ujarnya.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Garut, Frederico membenarkan jika saat ini pihaknya tengah melakukan upaya penertiban terhadap para PKL yang biasa berjualan di seputar Pengkolan Garut. Kawasan pengkolan yang selama ini digunakan tempaty berdagang oleh para PKL menurutnya merupakan kawasan tertib yang tidak boleh ada aktivitas PKL. 

Penertiban di kawasan Pengkolan ini tutur Rico, berdasarkan payung hukum yang jelas yakni Perda 18 tahun 2017 soal K3 (kebersihan, ketentraman, dan keindahan). Dalam Perda itu ada sanksinya bagi siapa saja yang melanggar yakni kurungan tiga bulan atau denda Rp 50 juta. 

Kegiatan penertiban ini juga sebagai upaya penegakan Perda demi kepentingan masyarakat luas yang selama ini seringkali mengeluhkan kondisi kawasan Pengkolan yang dinilai semrawut.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X