Senin, 17 Februari 2020

Tunggu Penyelidikan, Proyek Tol BORR IIIA Dihentikan

- 10 Juli 2019, 15:02 WIB
PEKERJA mengevakuasi reruntuhan balok penyangga cetakan pier head 109 proyek Tol Bogor Riang Road yang ambruk saat proses pengecoran, Rabu, 10 Juli 2019. Dua pekerja dilaporkan terluka ringan dalam kejadian tersebut.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

BOGOR,(PR).-  PT Marga Sarana Jawa Barat (MSJ) selaku operator Tol Bogor Ring Road (BORR) menghentikan sementara proyek pembangunan tol BORR sesi IIIA. Hal  tersebut sebagai imbas ambruknya blok penyangga cetakan pier head kolom 109 di depan Perumahan Taman Sari Persada, Kota Bogor, Jalan Sholeh Iskandar arah menuju Parung, Rabu, 10 Juli 2019. 

Berdasarkan keterangan Kepolisian Tanah Sareal Polres Kota Bogor, penyangga tersebut ambruk sekitar pukul 05.15 WIB. Dua pekerja yakni Acil (25) dan Hanif (25)  dilaporkan terluka saat kejadian berlangsung, dan langsung di bawa ke rumah sakit. 

“Selaku owner proyek Tol BORR, kami menghentikan proyek pembangunan tol sampai ada kejelasan kenapa penyebabnya. Kami sengaja datangkan Komite Keselamatan Jalan dan Terowongan Jalan untuk mengevaluasi,” ujar Direktur Utama PT MSJ Hendro Atmojo di lokasi kejadian, Rabu, 10 Juli 2019.

Hendro menuturkan, pada saat kejadian, PT PP selaku pelaksana proyek sedang melakukan proses pengecoran beton berjalan. Namun demikian, balok penyangga atau cetakan pier head tidak kuat, sehingga melengkung dan mengakibatkan beton tumpah ke jalan arteri di bawahnya. 

“Kejadian tersebut terjadi saat pengecoran pada truck mixer yang ke 22 dari total rencana 25 truck mixer. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sebanyak dua orang pekerja mengalami luka ringan akibat material dan saat ini sudah dalam perawatan,” ujar Hendro.

Investigasi tersebut diharapkan Hendro dapat rampung dalam tiga hari ke depan. Menurut Hendro, penyebab runtuhnya balok penyangga cetakan pier head perlu segera diketahui, karena proyek Tol BORR IIIA harus segera dirampungkan paling lambat Desember 2019.

"Nantinya hasil evaluasi tersebut akan diaplikasikan dalam metode kerja, agar kejadian yang sama tidak akan terulang lagi. Ini perlu karena saat ini dari 57 tiang, baru 10 yang sudah dicor, jadi perlu meningkatkan kewaspadaan," ucap Hendro.

Teguran tertulis

Terkait  insiden tersebut, Hendro juga memastikan akan memberikan teguran tertulis kepada pelaksana proyek, yakni PT Pembangunan Perumahan, jika terbukti ada kesalahan kontruksi pada pembangunan balok penyangga cetakan pier head tersebut.

“Akan ada teguran tertulis, termasuk mungkin akan lakukan penalti kalau kesalahan dari PT PP, nanti kita lihat dulu hasil laporan dari PU,” kata Hendro.

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X