Minggu, 31 Mei 2020

Empat Wajib Pajak Nakal Asal Jawa Barat Sudah Dipidanakan

- 8 Juli 2019, 22:08 WIB
ILUSTRASI pajak. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat II telah memidanakan empat wajib pajak nakal, berupa hukuman penjara dan sanksi denda yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Kepala Kanwil DJP Jabar II, Yoyok Satiotomo, mengatakan itu di sela media gathering di Hotel Horison Bekasi, Senin, 8 Juli 2019.*/DOK PR

BEKASI, (PR).- Empat wajib pajak nakal harus menjalani hukuman pidana penjara setelah diperkarakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat II. Tak hanya harus menjalani hukuman penjara, keempat wajib pajak nakal tersebut juga dijatuhi sanksi denda yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Kepala Kanwil DJP Jabar II, Yoyok Satiotomo, mengatakan, keempat wajib pajak nakal tersebut berasal dari dua wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak yang berbeda. Satu berasal dari KPP Cirebon dan tiga lainnya berasal dari KPP Cikarang.

"Keempat wajib pajak nakal ini diperkarakan secara hukum dan sudah dijatuhi vonis," kata Yoyok di sela media gathering di Hotel Horison Bekasi, Senin, 8 Juli 2019.

Vonis penjara dijatuhkan kepada tiga wajib pajak nakal asal wilayah kerja KPP Cikarang. Wajib pajak berinisial RS dijatuhi hukuman penjara 2 tahun 4 bulan. Tak hanya itu, RS juga harus membayar denda senilai Rp8 miliar atas kelalaiannya membayar pajak.

Vonis penjara serta denda juga dijatuhkan kepada wajib pajak nakal asal wilayah kerja KPP Cirebon. Wajib pajak yang merupakan pengusaha timah divonis hukuman penjara satu tahun serta denda Rp4,2 miliar.

"Dua lainnya asal wilayah kerja KPP Cikarang. Masing-masing berinisial AN yang dihukum 1 tahun 6 bulan dan AY yang dipenjara 8 bulan," katanya.

Kepatuhan wajib pajak di Jabar tergolong rendah

Yoyok mengatakan, saat ini Kanwil DJP Jabar II masih menangani informasi data laporan pengaduan dari 12 KPP. Totalnya ada 43 laporan.

"Selain itu, sebanyak 52 kasus juga tengah dalam pemeriksaan bukti awal dan empat di antaranya ditingkatkan tahapannya menjadi penyidikan," katanya.

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X