Jumat, 6 Desember 2019

Bermain Rumah-Rumahan, Renapa Tewas Setelah Lehernya Tertancap Pisau

- 8 Juli 2019, 20:36 WIB
null

SAMSUL Sulaeman (34) warga Babakan Jampang RT 002/010, Kelurahan Cisarua,Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, hanya termenung sedih persis di depan gundukan tanah merah makam anak perempuannya, Renapa Salisa Putri, Senin, 8 Juli 2019. Sementara istrinya, Devi Andriyani (34) sempat pingsan usai  menghadiri prosesi pemakaman anak perempuan keempatnya itu. 

Dia harus dipapah beberapa sanak saudara saat akan meninggalkan lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Babakan Jampang yang berada tidak jauh dari rumahnya. Kesedihan pasangan suami istri itu beralasan. Apalagi kematian anak kelas empat SD itu terbilang sangat tragis. 

Samsul dan Devi tidak menyangka anak perempuannya harus meregang nyawa tertusuk pisau dapur persis dileher saat bermain 'emah-emahan' atau rumah-rumahan bersama teman-teman sebayanya. Kegiatan yang dilakukan anak bungsu itu untuk mengisi waktu luang usai sepekan mengikuti samenan di sekolahnya.  

Bermain masak-masakkan sering dilakukan anak-anak di kampungnya. Namun kali ini, aktivitas emah-emahan itu membawa duka mendalam. Saat kejadian, Renapa 'bertugas' membawa pisau dapur untuk digunakan memotong buah. Ia diduga terpeleset saat berlari bersama dua orang temannya dan terjatuh dengan kaki kanan masuk lubang.

Posisi tubuhnya tengkurap saat jatuh sehingga pisau yang dipegang tangan kanan Renapa menancap persis di lehernya. "Sebenarnya, bibi korban sempat melarang membawa pisau dapur. Karena beralasan akan mengupas buah, pisau dapur yang harus dibeli dibawa juga kelokasi tempat cuci saya bermain," kata kakek korban, Tjetje Surjana (72).

Namun tidak begitu lama ada kabar dari tetangga cucunya mengalami kecelakaan. Mendengar kabar itu, kakak korban, Muhammad Falardhi (14 tahun) datang mengendong Renapa. Sementara tubuh cucunya dalam kondisi bersimbah darah segar pada sekujur tubuhnya. "Saat itu, tidak terlihat pisau menancap dilehernya. Menurut kabar dari teman-temannya, dicabut sendiri oleh Renapa dari lehernya," kata Tjetje.

Upaya menyelamatkan nyawa Renapa dilakukan. Dibantu warga sekitar, keluarga korban langsung membawa Renapa ke Rumah Sakit Umum Darah (RSUD) Syamsudin dengan menggunakan sepeda motor. Namun upaya menyelamatkan nyawanya tidak membuahkan hasil. 

"Tim medis saat memeriksa mengatakan cucu saya sudah tidak bernyawa. Dia menghembuskan napas terakhir sebelum sampai diruangan Instalasi Gawat Darurat " kata Tjetje.

Kematian Renapa tidak hanya memperoleh perhatian warga sekitar. Tapi Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, turut menyampaikan bela sungkawanya. Ia sempat melayat ke rumah korban sebelum proses pemakaman. Dia mengimbau agar warganya untuk tidak memperkenankan anak-anaknya membawa benda berbahaya saat bermain. "Kita harus melarang anak-anak kita membawa barang berbahaya saat bermain," katanya.***


Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

X