Rabu, 19 Februari 2020

Tasini Pulang dari Arab dengan Tubuh Penuh Luka

- 7 Juli 2019, 16:49 WIB
TASINI (41) warga Blok Loji, Desa Ligung, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, buruh migran yang bekerja di Arab Saudi selama 10 bulan sedang menjalani perawatan di RSUD Majalengka akibat luka di sekujur tubuhnya.*/ TATI PURNAWATI/PR

MAJALENGKA,(PR).- Seorang buruh mingran Tasini (41) yang bekerja di  Abha, Saudi Arabia selama 10 bulan, pulang ke kampung halamannya dengan kondisi mengenaskan akibat siksaan majikannya.

Warga Blok Loji, Desa Ligung, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka itu kini harus menjalani perawatan di RSUD Majalengka sejak tiba di Majalengka, sejak Jumat malam 5 Juli 2019, akibat luka yang dialaminya di sekujur tubuhnya. Akibat luka-lukanya tersebut badannya sulit digerakkan.

Tasini mengalami luka hampir di seluruh bagian tubuhnya terlebih di bagian paha serta pinggang, juga kaki dan wajah. Jari tangan bagian kanannya sulit digerakkan hingga tak bisa mengepal. Beberapa bagian tubuhnya menghitam akibat luka memar dan luka luar. Sedangkan rambutnya gundul karena katanya terus dijambak serta digunting majikan ketika melampiaskan kekesalannya.

Tasini tiba di rumahnya sekitar pukul 23.00 WIB diantar oleh petugas dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Majalengka. Setengah jam kemudian langsung dibawa ke RS karena kondisi luka di tubuhnya yang sudah mengkhawatirkan.

“Saya sudah berbulan-bulan sakit di Arab akibat siksaan majikan. Karena sudah tidak berdaya, untuk bangun saja sudah sulit,saya terus menerus minta majikan untuk memulangkan. Hingga akhirnya dia bersedia membelikan tiket untuk pulang dan diantarkan ke bandara,” ungkap Tasini yang terbaring di ruang rawat inap Nusa Indah, RSUD Majalengka, Minggu 7 Juli 2019.

Tasini mengungkapkan, dia sudah 10 bulan bekerja di rumah majikannya Zahra di Abha. Kepergiannya ke Arab Saudi hanya berbekal paspor tanpa melalui PJTKI. Dia menyebut hanya melalui sponsor sehingga tidak melengkapi persyaratan apapun apalagi perjanjian kerja layaknya orang yang akan bekerja sebagai buruh migran.

Dia berangkat pada Agustus 2018 melalui sponsor yang masih tetangga desa juga tetangga kecamatan yang biasa memberangkatkan TKI ke Arab Saudi.

Selama dua bulan dia bekerja seperti biasa dengan gaji yang diterima tiap bulan sebesar 800 real. Di bulan ketiga dia baru mendapat siksaan yang tak terhingga, misalnya dipukul dengan tongkat rotan, sendok atau garpu panas yang kemudian ditempelkan ke wajahnya dan rahang hingga bagian wajah menghitam, atau terkadang diseret bermeter-meter.

Sikap seperti ini dilakukan majikan perempuan serta dua anak laki-lakinya yang berusia 8 dan 10 tahunan. Perlakuan tersebut manakala korban terlambat menyelesaikan perintah atau ada sesuatu yang masih kotor menurut penilaian majikan.

Halaman:

Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X