Rabu, 22 Januari 2020

Kebakaran Melanda Belasan Gerbong Kereta Api Bekas di Stasiun Purwakarta

- 6 Juli 2019, 08:04 WIB
KEBAKARAN menimpa belasan gerbong kereta api bekas di dekat kawasan Stasiun Purwakarta, Jumat, 5 Juli 2019 tengah malam.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Belasan gerbong kereta api bekas di dekat kawasan Stasiun Purwakarta terbakar pada Jumat, 5 Juli 2019 tengah malam. Proses pemadaman sulit karena api sudah berkobar cukup besar saat diketahui pertama kali oleh warga.

"Saat kejadian, banyak yang nongkrong di sekitaran gerbong tersebut. Tapi baru diketahui pukul 23.30 api sudah besar," kata Yayah (42), salah seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut. Seketika itu pula, warga menghubungi pemadam kebakaran.

Sambil menunggu petugas tiba di lokasi, warga mencoba memadamkan api menggunakan alat-alat seadanya. Upaya tersebut tidak berarti sama sekali karena kobaran api terlalu besar dari dalam tumpukan gerbong kereta yang sudah tak terpakai.

"(Di belakang) tempat itu memang sering menjadi tempat nongkrong pemuda-pemudi kalau sore atau malam hari. Apalagi hari libur," kata warga lainnya, Gilang (30).

Meskipun dilarang, masih banyak orang yang diketahui masuk ke tumpukan "bangkai" gerbong kereta api itu untuk pemotretan atau iseng.

Sementara itu, Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Purwakarta akhirnya tiba di lokasi sekitar 20 menit kemudian. Mereka langsung melakukan evakuasi dan pemadaman menggunakan empat unit mobil pemadam kebakaran.

Upaya petugas dan warga setempat rupanya juga tidak berjalan mulus. "Kendalanya di (sumber) air. Di sini agak susah, apalagi sekarang musim kemarau seperti ini. Air pasti makin sulit didapat," kata Kepala Bidang Sarana Prasarana DPKPB Purwakarta, Dede Supriyatna, ketika ditemui PIkiran Rakyat di lokasi kebakaran.

Kendaraan pemadam kebakaran berjumlah empat unit memadamkan api dari sisi belakang Stasiun Purwakarta melalui Jalan Lodaya. Mereka akhirnya dapat memadamkan api pada Sabtu, 6 Juli 2019, dini hari.

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X