Minggu, 15 Desember 2019

Aksi Vandalisme Merusak Pelestarian Cagar Alam Pangandaran

- 6 Juli 2019, 09:04 WIB
WISATWAN asal dari Subang dan Banjarmasin Kalimantan Selatan tengah mengunjungi lokasi gua Jepang di cagar alam Pangandaran. Mereka menyayangkan adanya aksi vandalisme yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, Jumat, 5 Juli 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Upaya pelstarian cagar budaya di Pangandaran terkendala vandalisme. Beberapa bunker yang dibuat pada masa pendudukan Jepang yang berada di kawasan Cagar alam Pangandaran dirusak dengan aksi corat-coret oleh orang tidak bertanggung jawab.

Setidaknya pada 2 bunker di Blok Pasir Putih, sang vandalism membuat tulisan atau gambar pada pintu masuk dan dinding bunker. Tulisan dan gambar  dibuat menggunakan cat semprot (pilox) berwarna biru, merah, dan putih.

Juru Pelestari dari Balai Pelestari Cagar Budaya Serang-Banten Haris Yanto (38) mengatakan, aksi vandalisme dilakukan oleh wisatawan yang datang ke lokasi tersebut melalui jalur laut dengan menggunakan perahu peaiar.  Pasalnya, jika wisatawan masuk melalui pintu pantai barat atau timur, barang bawaan diperiksa petugas. 

"Tampaknya, kedatangan mereka ke lokasi cagar alam (bunker) melalui jalur laut dengan menumpang perahu pesiar. Karena, wisatawan yang masuk cagar alam melalui pantai barat atau timur diperiksa petugas,"  papar Haris, Jumat, 5 Juli 2019.

Dituturkan Haris, terkait vandalisme yang dilakukan oleh wisatawan yang tidak bertanggung jawab tersebut, dirinya sangat menyayangkan.  Pasalnya, aksi vandalisme akan merusak fisik bunker sekaligus nilai sejarah yang terkandung pada bangunan cagar budaya menjadi hilang.

"Jujur saja dengan aksi vandalisme pada fisik bunker menjadikan nilai sejarah pada benda cagar budaya tersebut menjadi berkurang," ujar Haris.

Pasalnya, kata Haris, aksi penambahan dengan cara mencoret-coret berupa tulisan, gambar atau pengurangan dengan memindahkan atau mengambil objek tertentu dari sebuah benda bersejarah dapat mengurangi bahkan menghilangkan nilai sejarahnya.

Saat dikonfirmasi Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kab. Pangandaran Aceng Hasim membenarkan adanya aksi vandalisme terhadap benda bersejarah (bunker) yang terdapat di kawasan cagar alam Pangandaran. 

Menurut Aceng, bunker tersebut dibuat pada masa pendudukan Jepang, yang digunakan untuk menyimpan amunisi dan persenjataan perang.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X