Sabtu, 7 Desember 2019

Pemkab Tasikmalaya Harus Audit Proyek Rp 14 Miliar Taman Masjid Agung Baiturrohman

- 5 Juli 2019, 10:25 WIB
PENGUNJUNG berjalan di hamparan rumput sintetis Masjid Agung Baiturrohman Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, 3 Juli 2019. Proyek pembangunan taman senilai Rp 14 miliar tersebut menuai sorotan.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

SINGAPARNA, (PR).- Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya harus melakukan audit atas pengerjaan proyek pembangunan taman Masjid Agung Baiturrohman yang mendapat kucuran dana Rp 14 miliar dari APBD. Audit penting dilakukan untuk memastikan pengerjaan proyek itu sesuai atau tidak dengan dana yang digelontorkan.

Desakan audit muncul dari Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tasikmalaya Nana Sumarna. "Sangat perlu pemerintah melakukan audit lebih mendalam terkait itu," kata Nana saat dihubungi Pikiran Rakyat, Kamis, 4 Juli 2019.

Audit, lanjutnya, mesti dilakukan guna menepis prasangka adanya permasalahan dalam pembangunan taman yang pengerjaannya selesai pada Desember 2018. "Taman masih sangat belum laik, terutama akses masuk yang masih berantakan di sana di sini, jauh dari kepatutan," ucapnya. Keberadaan taman juga berhubungan erat dengan kepentingan publik. 

"Itu kan ruang publik ‎yang bisa dinikmati serta di manfaatkan untuk khalayak umum. Kalau lihat kondisi sekarang kan prihatin," ujarnya.

Ia tak menampik, beberapa fasilitas taman memang telah dipakai masyarakat. Ia mencontohkan, area rumput sintetis yang sudah dimanfaatkan warga saat berkunjung ke sana.

Akan tetapi, masih ada area yang tidak sempurna. "Coba cek area rumput sintetis itu kotor, karena aksesnya masih belum dibersihkan dan belum dibangun secara sempurna," kata Nana. Tak ayal, audit menjadi penting bagi Pemkab guna memastikan tidak ada penyelewengan dalam penggunaan dana senilai Rp 14 miliar dalam proyek itu.

Dengan audit, Pemkab memberikan jaminan kepada masyarakat Tatar Sukapura bahwa pengerjaan proyek-proyeknya transparan dan sesuai aturan. Hingga kini, taman berlapis rumput plastik tersebut dianggap tak laik.

Pantauan Pikiran Rakyat, sempat mendapati kondisi mengenaskan terlihat di area WC yang tak berair dan kotor di area taman. Beberapa gagang pemutar pintu bahkan patah. Kondisi itu dirasakan Nana. "

"Sarekseuk keneh can indah di tingalina," ujarnya.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X