Selasa, 10 Desember 2019

20 Pemuda Korea Pilih Hidup di Perkampungan Sumedang

- 28 Juni 2019, 08:42 WIB
PARA pemuda Korea akan mencoba menikmati kehidupan di perkampungan Sumedang.*/ADANG JUKARDI/PR

SUMEDANG, (PR).- Sebanyak 20 pemuda asal Korea akan merasakan kehidupan masyarakat di pelosok perkampungan di Kab. Sumedang. Mereka akan tinggal di rumah-rumah penduduk untuk mengenal langsung kehidupan sehari-hari masyarakat. 

Kegiatan para pemuda dari  negeri ginseng di kota tahu itu, bagian dari rangkaian  aktivitas mereka pada “Pertukaran Pemuda Indonesia Korea (PPIKor)/Indonesian Korea Youth Exchange Program  (IKYEP)” tahun ini di Kab. Sumedang.

Dengan jumlah yang sama, para pemuda Indonesia pun  akan berangkat dan tinggal di Korea untuk mengetahui lebih dekat kehidupan masyarakat di negara tersebut. Sekaligus mengenal budayanya, keseniannya, pariwisatanya, teknologi, industri serta ilmu pengetahuannya.  Para pemuda Indonesia akan berkunjung ke 3 kota di Korea, seperti Seoul,  Ulsan dan Suwon.  Sedangkan pemuda dari Korea, akan berkunjung ke Jakarta dan paling lama di Kab. Sumedang. 

“Para pemuda Korea ini, akan tinggal di rumah-rumah penduduk untuk mengenal kehidupan sehari-hari warga Sumedang. Mereka akan melihat langsung kultur masyarakat. Dari mulai pergi ke sawah, kebun sampai aktivitas ibu-ibu memasak di atas hawu (tungku).  Keseharian warga  menjadi bagian dari budaya masyarakat Sumedang yang akan dirasakan  langsung  oleh para pemuda Korea,” ujar Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga Kab. Sumedang, Agus Sukandar disela  “Indonesian Korea Youth Exchange Program (IKYEP)” di Gedung Negara Pemkab Sumedang, Kamis 27 Juni 2019.

Kedatangan para peserta PPIKor di Kab. Sumedang, disambut Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan dan sejumlah kepala SKPD (satuan kerja perangkat daerah) di lingkungan Pemkab Sumedang. Mereka disuguhi tarian tradisional Sumedang, seperti halnya tari Tarawangsa. Hadir dalam acara itu, di antaranya Asisten Deputi  Kemitraan dan Penghargaan Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olah Raga, Wisler Manalu. 

Menurut Agus, selain melihat dan mengenal langsung budaya masyarakat Sumedang, para pemuda Korea pun akan melihat berbagai potensi daerah di Kab. Sumedang. Dari mulai kesenian, kebudayaan, pariwisata, sejarah  hingga pertanian. “Keberadaan para pemuda Korea ini, diharapkan bisa mengeksplorasi berbagai potensi di Kab. Sumedang hingga bisa dipromosikan di negaranya,” tutur Agus.

Tak hanya tinggal di rumah penduduk saja, kata dia, mereka juga akan dibawa mengunjungi Museum Prabu Geusan Ulun (MPGU) yang tersimpan berbagai koleksi benda-benda pusaka bersejarah, terutama peninggalan Kerajaan Sumedang Larang.  Mereka juga akan dibawa ke beberapa objek wisata, seperti Cipanas Conggeang, Kampung Toga dan Kampung Karuhun.

“Para pemuda Korea ini  pun, akan diperlihatkan berbagai tarian tradisional sunda khas Sumedang. Misalnya, Tarawangsa,  kesenian Kuda Renggong, Jaipongan dan tarian klasik lainnya,” katanya. 

Menanggapi hal itu, Asisten Deputi  Kemitraan dan Penghargaan Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olah Raga, Wisler Manalu menyebutkan, jumlah peserta PPIKor  seluruhnya 40 orang, masing-masing  20 orang pemuda dari Indonesia dan Korea. Mereka umumnya mahasiswa. Usia para pemuda Indonesia, dari 16-20 tahun. Sedangkan Korea 18-25 tahun.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X