Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin Jadi Tersangka Lagi, KPK Beberkan Soal Proyek Kota Santri

- 25 Juni 2019, 19:18 WIB
Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin, Rabu 8 Mei 2019 keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Kota Bandung untuk melaksanakan cuti menjelang bebas.*/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menjelaskan konstruksi perkara penetapan mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin sebagai tersangka kasus pengembangan perkara suap dan penerimaan gratifikasi.

Pengembangan perkara suap itu terkait rekomendasi tukar-menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor Tahun 2014.

"Setelah menjabat sebagai bupati Bogor pada awal 2009, RY (Rachmat Yasin) diduga beberapa kali melakukan pertemuan, baik resmi maupun tidak, dengan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa 25 Juni 2019.

Laporan KPK menyebut, dalam pertemuan itu Rachmat Yasin menyampaikan kebutuhan dana di luar pembiayaan APBD yang harus dipenuhi bupati, khususnya operasional bupati dan biaya pencalonan kembali.

"Untuk memenuhi kebutuhan itu, RY menyatakan kepada para kepala dinas untuk membantunya. Maksudnya, RY meminta setiap SKPD menyetor sejumlah dana kepadanya," ujar Febri seperti diberitakan Antara.

Setiap SKPD diduga memiliki sumber pemotongan dana yang berbeda untuk memenuhi kewajiban tersebut.

"Sumber dana yang dipotong diduga berasal dari honor kegiatan pegawai, dana insentif struktural SKPD, dana insentif dari jasa pelayanan RUSD, upah pungut, pungutan kepada pihak yang mengajukan perizinan di Pemkab Bogor, dan pungutan kepada pihak rekanan yang memenangi tender," tuturnya.

Total uang yang diterima Rachmat Yasin selama 2009-2014 yang berasal dari potongan dana kegiatan SKPD adalah sebesar Rp 8.931.326.223.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X