Jumat, 6 Desember 2019

Dua Anak Perusahaan Krakatau Steel Terkena Restrukturisasi

- 23 Juni 2019, 23:55 WIB
null

CILEGON, (PR).-  Program restrukturisasi  tenaga kerja sudah dilakukan pada dua anak perusahaan PT Krakatau Steel (KS), yakni Pabrik Long Product PT KS, serta PT Krakatau Wajatama (KWT. Meskipun belum ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), namun sejak 1 Juni lalu kegiatan mutasi karyawan, pengurangan jam kerja, hingga merumahkan karyawan, maupun buruh outsourching telah dilakukan di dua tempat itu. 

Berdasarkan informasi yang berhasil diperoleh, 7 vendor PT KS telah merumahkan kurang lebih 300 buruh outsourching mereka. Ini dilakukan setelah munculnya Memo Dinas Direktur SDM Nomor 135/Dur.SDN-KS/2019 per 27 Mei 2019, perihal tindak lanjut penyesuaian kontrak pekerjaan dengan pihak ketiga.

Memo dinas bertandatangan Manager Service and Energy Procurement PT KS Ruhimat per 29 Mei 2019 ini, terkait tidak beroperasinya Pabrik Long Product, yang sebelumnya memproduksi Hot Strip Mill (HSM) dan Wire Rod Mill (WRM). Lantaran tak lagi beroperasi, PT KS melakukan evaluasi tarif dan descoping kontrak para vendor.

Tujuh vendor tersebut yakni 87 buruh operator dan produksi PT Purna Sentana Baja (PSB), 56 buruh operator dan produksi PT Wahana Sentana Baja (WSB), 30 buruh perawatan dan maintanance PT Krakatau Perawatan Dan Perbengkelan (KPDP).

Kemudian, 47 sekretaris general manager, sekretaris manager, serta administrasi PT Krakatau Information and Tecnology (KITEC), 41 buruh refactoris PT Sigma Mitra Sejati (SMS). Terakhir, 90 buruh kebersihan pabrik PT Indo Sarana Usaha (ISU), serta 40 buruh kebersihan pabrik PT Kedung Buana Indah (KBI).

Sementara di KWT, Direktur Utama PT KWT Erwanto mengeluarkan Surat Edaran Nomor 127/DU-KWT/V/2019 pada 29 Mei 2019. Pada surat tersebut dikatakan bahwa kondisi perusahaan semakin berat, lantaran itulah perusahaan mengambil sejumlah langkah.

Sejak 10 Juni 2019, pihak perusahaan mengurangi jam kerja karyawan non shift. Dimana karyawan tersebut bekerja mulai 08.30 WIB - 12.00 WIB, sementara kelebihan jam kerja tidak akan dihitung sebagai kerja lembur.

Kemudian karyawan yang bekerja shift pada Direktorat Produksi diliburkan, begitu pula buruh vendor yang bekerja di bidang operasional dan penanganan. Hanya vendor bidang keamanan dan kebersihan yang tidak diliburkan.

Direktur PT PSB Noor Yudhono, membenarkan telah merumahkan 87 buruh di bawah naungan perusahaannya. Menurut Noor, keputusan ini dibuat untuk waktu yang tidak ditentukan. "Kami masih menunggu informasi lanjutan dari PT KS," katanya kepada Sigit Angki Nugraha wartawan Kabar Banten saat dihubungi melalui telepon genggam, Ahad 23 Juni 2019.


Halaman:

Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

X