Jumat, 21 Februari 2020

Penambangan Musnahkan Bukit-bukit, Krisis Air di Tasikmalaya Kian Parah

- 23 Juni 2019, 17:00 WIB
PENAMBANGAN pasir dan tanah gerogoti bukit di kawasan Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Minggu 23 Juni 2019. Hancurnya perbukitan oleh penambangan berdampak pada krisis air di Tasikmalaya.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

TASIKMALAYA, (PR).- Setelah banjir pada musim hujan, hancurnya perbukitan akibat menjamurnya aktivitas penambangan pasir dan tanah juga menimbulkan krisis air di ‎sejumlah wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya saat kemarau. Warga mulai kesulitan memperoleh air bersih lantaran sumur dan mata air mulai mengering.

Penyusutan air terjadi di beberapa tempat seperti Kecamatan Mangkubumi dan Bungursari di Kota Tasikmalaya, serta Sukaratu  di Kabupaten Tasikmalaya.

Lokasi-lokasi tersebut merupakan pusat aktivitas penambang pasir yang menggerogoti kawasan perbukitan. Tak hanya rusak, beberapa bukit bahkan telah rata karena kegiatan tersebut.

Ai (46), warga Kampung Cimanggu, Kelurahan Cipawitra, Kecamatan Mangkubumi mengakui kekeringan mulai terasa di tempatnya. Setelah Lebaran, sumur di kediamannya mulai menyusut. Ia mesti berhemat dalam kondisi air yang mulai terbatas."Air masih ada, tapi sedikit," kata Ai saat ditemui di rumahnya, Minggu 23 Juni 2019.

Selain menyusut, air sumur Ai juga keruh. Untuk konsumsi keluarga, ia memilih membeli air kemasan. Ai mulai khawatir dengan kekeringan yang melanda tempat tinggalnya pada musim kemarau.

Sejumlah warga lain, tuturnya, bahkan mulai mengambil air di sumur yang berlokasi di luar kampung mereka. Ia menduga, kekeringan terjadi lantaran bukit-bukit di sekitar Cimanggu ditambang. "Bukit-bukit ditambang alat berat, dulu masih subur," ucap Ai.

Aktivitas penambangan menggunakan alat berat mulai menggerogoti bukit-bukit di Cimanggu sejak 2010. Bukit-bukit lenyap dan menyisakan persoalan krisis air. Kini, satu bukit tersisa bernama Gunung Malang juga mulai terkelupas oleh kegiatan penambangan pasir.

Gunung yang lenyap

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X