Rabu, 1 April 2020

Animo Warga Membeludak Saat Hari Pertama PPDB

- 17 Juni 2019, 15:03 WIB
ORANGTUA calon siswa menunggu tahapan demi tahapan pendaftaran di SMAN 3 Kota Bekasi, Senin, 17 Juni 2019. Animo pendaftar pada hari pertama PPDB SMA membeludak.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Hari pertama Pendaftaran Peserta Didik Baru tahun ajaran 2019/2020 disambut antusias orang tua dan calon siswa SMA negeri di Kota Bekasi. Sedari Senin, 17 Juni 2019 pagi, para orang tua telah bersiap mengantre di sekolah tujuan demi mendapatkan nomor urut paling awal.

Gambaran tersebut setidaknya terpantau di SMAN 8 dan SMAN 3 Kecamatan Bekasi Selatan serta SMAN 6 Kecamatan Jatiasih. Meskipun petugas baru membuka pendaftaran pada pukul 8.00, tapi ratusan orang tua calon siswa telah berkerumun di depan sekolah.

"Saya sampai di sekolah pukul 6.30 WIB dan dapat nomor urut 200-an," kata Maryana (39) yang mengantarkan putri keduanya mendaftar ke SMAN 3.

Semula ia merasa sudah datang lebih pagi karena sebelumnya sudah mengetahui pendaftaran dibuka pukul 8.00 WIB. Namun ternyata dugaannya salah karena ratusan orang tua lain datang jauh lebih awal. "Bahkan yang dapat nomor urut 5 itu, waktu saya tanya dia 'stand by' di depan sekolah sejak pukul 4.00. Tahu begitu saya juga datang sekitar jam itu, toh rumah cukup dekat ke sekolah," ucapnya.

Karena kedekatan jarak itu pula, ibu tiga anak tersebut menyambut positif pemberlakuan kebijakan baru PPDB tahun ini yang menitikberatkan pada jarak antara sekolah dengan rumah calon siswa sebagai penentunya. Warga Kelurahan Pekayon Jaya tersebut merasa optimistis, sang putri bisa diterima di SMAN 3 karena jarak ke sekolah hanya sekira 400 meter.

loading...

Optimisme yang sama juga disampaikan Yus, warga Cikunir yang telah menyelesaikan proses pendaftaran di SMAN 3 sebelum panitia rehat siang. Mendapatkan nomor urut 26, ia rampung mengurus pendaftaran setelah enam jam menunggu sejak pukul 5.30. "Sekarang sudah tenang, yakin juga anak bisa diterima di sini karena jaraknya hanya 1,6 kilometer," katanya.

Meski optimis, ia berharap tahapan PPDB bisa berjalan transparan dan adil tanpa kecurangan. "Bukannya apa-apa, kami orang tua tidak bisa memantau pergerakan posisi anak kami karena tidak disajikan secara terbuka dan baru diketahui saat pengumuman nanti. Semoga tidak ada 'permainan'," ucapnya.

Ketua panitia PPDB SMAN 3 Basari mengatakan membeludaknya animo orang tua siswa pada hari pertama pendaftaran memang lazim terjadi setiap tahunnya. Orang tua berlomba mengurus pendaftaran putra putrinya lebih awal meskipun risiko menunggu lama.

"Jelang hari ketiga dan keempat biasanya berangsur menurun jumlahnya dan meskipun membeludak di hari pertama, kami pastikan semua akan tetap terlayani," katanya.

Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X