Proyek Pasar Leles Rugikan Negara Hampir Rp 800 Juta

- 11 Juni 2019, 09:34 WIB
BUPATI Garut, Rudy Gunawan.*/AGUS SOMANTRI/GALAMEDIA

GARUT, (PR).- Proyek revitalisasi Pasar Leles senilai Rp 26 miliar pada tahun 2018, berpotensi merugikan negara hingga kurang lebih Rp 800 juta. Potensi kerugian negara tersebut, didapat dari laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kerugian negara Rp 670 juta lebih, ditambah denda-denda jadi kurang lebih Rp 800 juta,” ujar Bupati Garut, Rudy Gunawan,  usai mengikuti Halal Bihalal di lingkungan Pemkab Garut di Lapangan Setda, Jalan Pembangunan, Senin 10 Juni 2019.

Menurut Rudy, pelaksana proyek yang harus membayar potensi kerugian negara tersebut, mempunyai waktu 60 hari untuk membayarnya. Jika tidak juga dibayarkan, maka bisa dikenai pidana. “Ada waktu 60 hari, setelah itu bisa dipidana,” ucapnya.

Rudy mengakui, proyek pembangunan Pasar Leles, Pemkab Garut sangat dirugikan besar. Selain potensi kerugian negara, Pemkab juga dirugikan dalam sisi waktu pembangunan yang sampai saat ini belum selesai. 

Karenanya, Rudi mengaku kecewa dengan pemenang tender proyek pembangunan pasar Leles tersebut yang menurutnya ternyata tidak punya modal. Ke depan, dirinya pun akan lebih selektif memilih pelaksana pekerjaan. 

loading...

“Kebanyakan (pemborong), mereka itu di sub kontraktorkan, makanya ke depan kita ada klausul kalau di sub kontraktorkan, kita tidak akan bayar,” katanya.

Tunggu sanggahan

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Garut, Wawan Nurdin, menyebutkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap pelaksanaan Pembangunan Pasar Leles, pelaksana proyek yang ditunjuk Pemkab Garut harus melakukan pengembalian uang kepada pemerintah sebesar Rp 600 juta.

“Rekomendasinya harus ada pengembalian sekitar Rp 600 juta,” ucapnya.

Meski rekomendasi dari hasil pemeriksaan BPK harus melakukan pengembalian senilai Rp 600 juta, menurut Wawan pelaksana pekerjaan masih bisa memberikan sanggahan. Namun, memang sampai saat ini pelaksana proyek belum memberikan sanggahan.

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X