Senin, 16 Desember 2019

Bima Arya Tak Larang Pendatang Menetap di Kota Bogor

- 9 Juni 2019, 14:01 WIB
KEPADATAN lalu lintas terjadi di kawasan pusat Kota Bogor, Minggu, 9 Juni 2019. Ribuan pemudik terpantau kembali ke Bogor.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

BOGOR,(PR).- Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan tidak akan melarang pendatang untuk menetap di Kota Bogor pada momen arus balik Idulfitri. Menurutnya, Kota Bogor merupakan kota yang terbuka untuk umum, bukan hanya warga Kota Bogor.

“Kami tidak mungkin melarang warga luar  untuk datang ke Bogor. Itu hak asasi, Kota Bogor terbuka untuk semua,” ujarnya.

Menurut Bima, Pemerintah Kota Bogor sudah memiliki proyeksi pertumbuhan penduduk ke depan dan sudah diantisipasi melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. “Jadi kita harus siap dengan kedatangan rombongan pulang mudik,”  ucap Bima.

Meskipun tidak melarang, Bima meminta Pemerintah Kota Bogor untuk memastikan pendatang tersebut datang ke Bogor sesuai aturan. Para pendatang tersebut, kata Bima, harus lapor dan memberikan identitasnya kepada aparatur wilayah minimal kepada RT, RW, dan tetangga sekitar.

“Tugas kita memastikan mereka ikut aturan. Kalau usaha ya usaha yang halal, dan jangan melanggar perda. Pendatang juga harus bisa membawa diri, lapor ke aparatur wilayah, dan sosialisasi ke tetangga, jangan sampai tertutup,” katanya.

Sementara itu, ribuan pemudik  berangsur kembali ke Kota Bogor sehari menjelang berakhirnya masa libur Lebaran.  Ribuan penumpang terpantau tiba di Terminal Baranangsiang.

Koordinator Terminal Baranangsiang Andry Andriansyah menuturkan, lonjakan penumpang yang tiba di Terminal Baranangsiang terjadi pada Sabtu, 8 Juni 2019 sebanyak 3.097 penumpang yang diangkut dengan  312 bus  tiba di Terminal Baranangsiang. “Lonjakan penumpang sudah terjadi sejak hari H Lebaran. Ada sekitar 1.326 penumpang yang tiba di terminal,  untuk H+1 mencapai 2.935 penumpang, H+2 1.523 penumpang,” kata Andry di Terminal Baranangsiang, Minggu, 9 Juni 2019.

Andry mengatakan, mayoritas penumpang yang tiba di Terminal Baranangsiang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Pulau Sumatera. Menurut Andry, jumlah penumpang yang tiba  di  Terminal Baranangsiang cenderung  sama jika dibandingkan Lebaran tahun lalu.

“Jumlahnya relatif stabil, tidak terlalu banyak karena mungkin pemudik memilih ikut program mudik gratis. Selain itu banyak yang menggunakan mobil pribadi,” kata Andry.


Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

X