Jumat, 13 Desember 2019

Minat Mudik Menggunakan Bus Diprediksi Menurun

- 15 Mei 2019, 23:49 WIB
ILUSTRASI mudik gratis.*/DOK. PRFM

CIKARANG, (PR).- Jumlah penumpang pada musim mudik lebaran 2019 diprediksi menurun hingga lima kali lipat. Setidaknya, dalam satu hari, sebanyak 5.000 penumpang diberangkatkan dari Terminal Cikarang, Kabupaten Bekasi.

“Berkaca pada tahun lalu, ada 5.000 penumpang dari Cikarang setiap hari. Kalau di luar mudik, biasanya ada 1.000-an penumpang. Kalau mudik memang meningkat,” kata Koordinator Pengendalian dan Operasi Terminal Cikarang, Abbas Maliawan, Rabu 15 Mei 2019.

Meski demikian, jumlah tersebut cenderung menurun dari beberapa tahun sebelumnya. “Memang tidak seperti beberapa tahun sebelumnya. Meski meningkat tapi jumlah peberangkatan masih di kisaran ratusan bis, kalau beberapa tahun lalu bisa mencapai ribuan,” kata Abbas.

Terminal melayani 12 trayek yang terdiri dari delapan trayek antar kota dalam provinsi serta empat trayek antar kota antarprovinsi. Seperti sebelumnya, mayoritas pemudik bertujuan ke Yogyakarta dan Tegal. Sedangkan untuk jarak pendek, tujuannya ke Bandung, Ciamis, Pangandaran dan Tasik.

“Untuk lonjakan penumpang masih belum, namun kami sudah melakukan serangkaian persiapan. Prediksi kami mulai H-7 lebaran sudah mulai ramai yang mudik,” ucap Abbas.

Berbagai persiapan kini tengah dilakukan pihak terminal di antaranya pendataan jumlah bus dari setiap pul, terutama perusahaan yang bakal mengoperasionalkan bus tambahan. Kemudian berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi untuk menguji kelaikan bus.

“Jadi berapa bus yang akan ditambah, kami uji kelaikan karena ini menjadi bagian yang penting. Jangan sampai unsur keselamatan ini tidak teruji. Kemudian bantuan dari pihak kabupaten untuk lalu lintas jalan,” ujar dia. Sejak naik kelas menjadi tipe B, Terminal Cikarang kini menjadi kewenangan Dinas Perhubungan Jawa Barat.

Meski terdapat lonjakan jumlah penumpang, namun minat masyarakat menggunakan bus untuk pulang kampung diprediksi menurun. Selain lebih memilih memanfaatkan program mudik dari berbagai instansi, layanan transportasi online pun dinilai memengaruhi.

“Dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, memang saat ini tiap tahun selalu ada penurunan. Karena banyak yang usaha transportasi online, pada punya mobil jadi tidak pakai bus. Itu cukup berpengaruh,” kata Abbas.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X