Minggu, 29 Maret 2020

Loka POM Temukan Takjil Mengandung Pewarna Tekstil

- 14 Mei 2019, 20:31 WIB
PETUGAS Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Tasikmalaya tengah memeriksa sampel takjil yang banyak dijajakan di seputaran Taman Rafflesia dan Alun-Alun Ciamis menjelang buka puasa. Dari 26 sampel yang diperiksa, ditemukan sekoteng yang mengandung bahan kimia pewarna tekstil jenis rhodamin.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

CIAMIS, (PR).- Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Tasikmalaya menemukan jajanan takjil mengandung bahwan pewarna tekstil jenis rhodamin B. Bahan berbahaya bagi kesehatan tersebut ditemukan pada biji sagu mutiara warna merah muda, yang banyak dijadikan pelengkap es campur.

Kegiatan pemeriksaan jajajan takjil tersebut hasil kerjasama antara Loka POM Tasikmalaya dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Ciamis. Pemeriksaan dilakukan langsung di dalam mobil yang didesain khusus untuk melakukan pemeriksaan obat dan makanan.

Pengawasan oleh Loka POM Tasikmalaya yang meliputi wilayah Priangan timur tersebut berlangsung selama dua hari, mulai Senin, 13 Mei 2019. Pengambilan sampel makanan tersebut diambil dari pedagang takjil yang berjualan di sekitar Taman Rafflesia dan Alun-alun Ciamis.

Petugas Loka POM yang merupakan kepanjangan tangan dari BP POM tersebut mengambil sampel secara acak dari pedagang takjil. Makanan yang diambil sampelnya tersebut, dicurigai mengandung zat berbahaya. Seperti pengawet makanan maupun pewarna kimia. Di antaranya sirup, cireng, sekoteng aneka minuman, dan lainnya.

Hasil pemerisaan 26 sampel makanan takjil, ditemukan satu jenis makanan yang positif mengandung zat kimia berbahaya jenis rhodamin B. Bahan kimia tersebut sebenarnya pewarna tekstil atau kertas.

loading...

“Kami mengambil 26 sampel jajanan takjil yang dicurigai mengandung bahan kimia berbahaya. Hasil uji, ditemukan sekoteng mengandung bahan kimia berbahaya jenis rhodamin, yang selama ini banyak digunakan untuk pewrna kain atau tekstil,” ungkap kepala Loka POM Tasikmalaya Jajat Setia Permana.

Dia mengatakan, bahan kimia tersebut apabila dikonsumsi dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh.  Di dalam tubuh bahan kimia tersbeut bersifat karsinogen , zat yang menyebabkan penyakit kanker.

“Rhodamin B sangat berbahaya bagi tubuh manusia, karena menyebabkan kanker. Jadi kami berupaya memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya.

Dia mengungkapkan, takjil yang mengandung rhodamin B tersebut ditemukan dari dua pedagang es campur. Temuan tersebut, lanjut Jajat langsung diberitahukan kepada pedagang yang menjual makanan tersbeut.  

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X