Selasa, 25 Februari 2020

Hanya Mobil Kecil yang Bisa Melintas Jembatan Ciaseupan

- 4 Mei 2019, 06:51 WIB
BEBERAPA siswa melintas jembatan darurat Sungai Ciaseupan yang dibuat dari jajaran bambu, yang bersebelahan dengan pembangunan jembatan darurat baru yang lebih kokoh, Jumat 3 Mei 2019. Jembatan yang menghubungkan wilayah Handapherang – Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis merupakan akses utama menuju jalan utama lintas selatan. Diperkirakan jembatan darurat tersebut selesai dikerjakan menjelang Bulan Puasa.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

CIAMIS,(PR).- Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ciamis mengebut pengerjaan jembatan darurat Sungai Ciaseupan yang menghubungkan wilayah Handapherang – Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis dengan akses jalan utama lintas selatan. Jembatan darurat yang dibangun dengan kayu batang pohon kepala tersebut persis berada di sisi jembatan darurat dari bambu yang dibangun warga.

Pantauan di lokasi pembangunan jembatan darurat Sungai Ciaseupan, Jumat 3 Mei 2019. Beberapa pekerja tampak sibuk  mengikat batang pohon kelapa dengan plat besi yang dijadikan lantai jembatan. Sementara itu beberapa papan tebal lainnya sudah dipasang kokoh.

Pada kedua ujung jembatan darurat sepanjang 10 meter dan lebar 3 meter, tampak timbunan material batu yang bakal dimanfaatkan sebagai penghubung jembatan dengan jalan. Mengantisipasi longsor susulan, sekitar bawah jembatan juga diperkuat dengan bronjong.

“Perkirakan selesai dikerjakan hingga dua hari kedepan, awal puasa sudah bisa dilintasi mobil berukuran sepecil seperti angkutan kota. Sekarang tahap pemasangan batang pohon diikat dengan plat besi sehingga kuat,” ungkap Dade, salah seorang pekerja.

Dia menambahkan keberadaan jembatan darurat baru tersebut untuk memerlancar arus kendaraan saat bulan ramadhan. Saat jembatan putus, kendaraan harus memutar cukup jauh. “Jembatan ini vital, tidak hanya ratusan pelajar, warga juga sangat membutuhkan jembatan yang lebih kuat,” ujarnya.

Pejalan kaki

Terpisah Okta Jabal dari Bidang Binamarga, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Ciamis mengatakan keberadaan jembatan darurat sebatas agar dapat dilewati mobil berukuran kecil. Percepatan pengerjaan fasilitas tersebut juga untuk tidak hanya memelancar akses perekonomian, terutama saat bulan puasa hingga Lebaran.

“Ada jembatan darurat setapak dari bambu, kekuatannya sangat terbatas hanya dapat dilewati pejalan kaki, maskimal sepeda motor, itu pun harus bergantian. Dengan jembatan darurat dari batang pohon kepala, setidaknya mobil berukuran kecil dapat melintas,” kata Okta.

Dia mengungkapkan saat ini tengah proses perencanaan teknis dan perhitungan akhir. Diperkirakan pada pertengahan Bulan Mei pengerjaan jembatan bakal dilelang. Dengan dimikian pada pertengahan Bulan Juni sudah ada kontrak dan pelaksanaan pekerjaan.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X