Senin, 9 Desember 2019

Sungai Ciberes Meluap Rendam Tujuh Desa

- 1 Mei 2019, 20:54 WIB
*/DOK. PR

SUMBER,(PR).- Sungai Ciberes yang mengalir di Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Selasa tengah malam, 30 April 2019, meluap. Tujuh desa di Kecamatan Waled dan Gebang tergenang, ribuan rumah penduduk terendam air ketinggian antara 30 sampai 70 centimeter.

Di Gebang yang merupakan kecamatan di wilayah pesisir, banjir akibat luapan sungai itu diperparah dengan “rob”atau air laut pasang. Air kiriman dari daerah Waled bertemu dengan air laut pasang sehingga luapannya tak terelakan melimpas ke pemukiman nelayan yang padat.

Tujuh desa di hulu dan hilir yang tergenang luapan Ciberes, ada empat kecamatan hulu di Waled, masing-masing Desa Waled, Karangsari, Mekarsari dan Gunungsari. Sedang daerah hilir di Gebang meliputi Desa Gebang Udik, Gebang Ilir dan Gebang Mekar.

Dari catatan Pikiran Rakyat, dalam sebulan terakhir, banjir di tujuh desa di dua kecamatan itu merupakan kedua kalinya. Penyebabnya sama, yaitu meluapnya Ciberes berbarengan dengan hujan lebat, waktu terjadinya pun pada malam hari saat air laut pasang.

Sekertaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Eman Sulaeman menuturkan, banjir terjadi pada Selasa tengah malam sekitar pukul 23.00 WIB. Warga setempat sebenarnya sudah mengantisipasi akan datangnya limpasan air sungai karena daerah tersebut merupakan langganan banjir.

“Sifatnya air lewat karena sungai meluap. Ketinggian maksimal 70 sentimeter. Namun keesokan harinya, secara perlahan air surut. Jika tidak ada hujan dan permukaan sungai menurun, Rabu sore sudah mulai mengering,”tuturnya.

Eman menuturkan, luapan air sungai terjadi berbarengan dengan air laut yang pasang. Air sungai yang mestinya terbuang ke laut, justru sebaliknya, tertahan oleh air laut yang pasang. “Ini faktor alam. Kalau tidak ada rob, mungkin tidak akan separah itu peristiwanya,”tutur Eman.

BPBD sendiri langsung turun begitu menerima laporan banjir. Melalui tim reaksi cepat yang sudha terbentuk, mereka ke lokasi penyebab banjir untuk memperingatkan akan perlunya kewaspadaan kepada warga di tujuh kecamatan.

“Kami setiap saat menyampaikan informasi perkembangan situasi ke masyarakat. Hanya saja, karena dinilai tidak terlalu parah, BPBD hanya minta warga waspada dan bersiap siaga bila kemungkinan harus mengungsi,” tutur Eman.


Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

X