Selasa, 18 Februari 2020

Menjaga Air, Selamatkan Hidup Dunia Akhirat

- 30 April 2019, 22:19 WIB
WAKIL Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum saat Kegiatan Puncak Hari Air Dunia (HAD) XXVII Tahun 2019, di kawasan Situ Lido, Kabupaten Bogor, Selasa 30 April 2019.*/ HUMAS PEMPROV JABAR

BOGOR, (PR).- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengingatkan akan pentingnya air untuk kehidupan makhluk Allah di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, ia mengimbau agar manusia selalu menjaga sumber air.

"Air sangat penting untuk kehidupan, kita sangat butuh bukan hanya untuk kebutuhan duniawi, tapi juga urusan ukhrawi, atau akherat pun membutuhkan air. Seperti wudhu, membersihkan hadas besar, kecil, serta menghilangkan najis," kata Wagub Jabar saat menghadiri kegiatan Puncak Hari Air Dunia (HAD) XXVII Tahun 2019, di kawasan Situ Lido, Kabupaten Bogor, Selasa 30 April 2019.

Mengutip release dari Humas Jawa Barat, Wagub Jabar Uu Ruzhanul mengatakan bahwa air merupakan kebutuhan manusia yang paling mendasar. Bahkan air adalah hak hidup bagi setiap yang bernyawa.

“Maka mari kita jaga sumber mata air, pelihara sumber air dan jaga lingkungan supaya air tidak habis. Jangan tebang pohon sembarangan. Lebih baik kita mewariskan mata air kepada anak cucu kita, dari pada mewariskan air mata," tambahnya.

Uu menegaskan, Pemprov Jabar selalu berupaya menghadirkan pelayanan dasar bagi masyarakat, termasuk menyukseskan berbagai program pemerintah pusat lewat Kementerian PUPR yang terkait perairan.

 Selain itu, Uu mengaku, pihaknya juga memberdayakan air untuk dimanfaatkan segi ekonominya. Terutama dari sisi pariwisata. Didukung lanskap alam yang indah, situ, danau, atau waduk, bisa jadi potensi wisata alam yang diminati banyak wisatawan.

"Dengan Hari Air Dunia, yang digelar di Jawa Barat, menjadi daya dorong untuk memanfaatkan air untuk kehidupan, maupun untuk fungsi air yang lebih luas lagi," ujar Uu.

Gerakan 100 embung juara

 Untuk menjamin ketersediaan air di Jawa Barat, Pemprov Jabar  telah mencanangkan gerakan 100 Embung Juara. Gerakan ini meliputi normalisasi, peningkatan kapasitas, serta pengamanan mata air 100 situ yang ada di enam wilayah sungai Jawa Barat.

Dengan 100 Embung Juara kebutuhan air di Jawa Barat diupayakan bisa terpenuhi. Tidak saja bagi masyarakat untuk kepentingan mendasar seperti mandi cuci kakus, tapi juga kepentingan industri, pariwisata, perikanan, dan kebudayaan.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X