Kukis Rebon, Ikon Baru Kuliner Cirebon

- 30 April 2019, 10:30 WIB
JUWARIYAH menunjukkan “cheryl” cookies rebon produksinya yang sudah dikemas dengan kemasan cantik, di even mini expo UMKM dan Wirausaha Binaan Bank Indonesia (WUBI) di Halaman Keraton Kacirebonan, Senin, 29 April 2019. Meski bahan dasarnya rebon, tampilan dan rasa “cheryl” cookies rebon buatan Juju tidak kalah dengan kue kering kekinian, sehingga layak menjadi ikon baru kuliner Cirebon.*/ANI NUNUNG/PR

DI tangan Juwariyah yang biasa disapa Juju, rebon atau udang kecil-kecil yang biasanya dibikin terasi, mampu menjelma menjadi kue kering yang lezat.

Meski bahan dasarnya rebon, tampilan dan rasa “cheryl” kukis rebon buatan Juju tidak kalah dengan kue kering kekinian. Di pasaran, “cheryl” dihargai Rp 10.000 per satu kemasan 100 gram.

Keahlian Juju membuat kue kering, ikut membantunya menemukan formula dan campuran bahan yang tepat untuk membuat kukis rebon.

Setelah lima kali mencoba-coba berbagai komposisi campuran bahan-bahannya, akhirnya pada percobaan yang keenam kalinya, Juju berhasil membuat kukis rebon yang renyah dengan campuran rasa gurih dan manis yang pas.

Kue dengan campuran bahan terigu, rebon, gula halus, margarin, vanila, garam dan susu bubuk serta kacang tanah ini, tampilannya bulat cantik dengan warna keemasan.

loading...

Selain tampilannya menggoda selera, ledakan sensasi rasa gurih campuran rebon dan kacang tanah ditambah sedikit rasa manis, sudah terasa sejak gigitan pertama. 

Juju yang alumnus pelatihan kewirausahaan bagi WUB (Wirausaha Baru Jawa Barat) yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah  (Dinas KUMKM) Jawa Barat, optimistis kue kering buatannya layak menjadi ikon baru kuliner khas Cirebon. 

“Apalagi rebon itu identik dengan Cirebon,” kata Juju yang ikut membuka lapak di mini expo UMKM dan Wirausaha Binaan Bank Indonesia (WUBI) di Halaman Keraton Kacirebonan, Senin, 29 April 2019. 

Diakui Juju, tantangan pertama untuk membuat kue dari bahan rebon adalah menghilangkan bau amis. “Meski tidak terlalu kuat, bagi yang tidak suka seafood, bau amis yang samar-samar pun bisa menjadi masalah untuk bisa menikmatinya,” katanya.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X