Kamis, 12 Desember 2019

Habiskan Uang Belanja Puluhan Juta, Suami Kalap Cekik Istri

- 30 April 2019, 07:11 WIB
ILUSTRASI kekerasan dalam rumah tangga.*/DOK. PR

TUGIMIN (47) gelap mata. Setelah uang puluhan juta rupiah hasil dirinya menjual ikan dihabiskan, pria asal Sragen Jawa Tengah itu tidak kuasa menahan emosi. Tanti (43), istri yang dinikahinya enam tahun silam itu pun akhirnya meregang nyawa.

Perempuan warga Kecamatan Karangbahagia Kabupaten Bekasi ini ditemukan tidak bernyawa di rumahnya. Tanti diduga tewas tiga hari sebelum para warga beserta pihak kepolisian mendobrak rumahnya setelah mencium aroma tidak sedap.

“Kejadian ini terungkap saat salah seorang saksi yang tidak lain tetangga mencium bau busuk di rumah korban. Panik, kemudian melaporkan ke ketua RT yang selanjutnya lapor ke pihak kepolisian. Anggota kami di lokasi menemukan mayat korban sudah membusuk dengan luka jeratan di leher,” kata Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi, Komisaris Besar Candra Sukma Kumara saat konferensi pers di Mapolres, Cikarang Utara, Senin 29 April 2019.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat 12 April 2019 sekitar pukul 9. Setelah menemukan mayat membusuk, polisi lantas melakukan olah tempat kejadian perkara. “Kami duga penemuan jenazah ini akibat pembunuhan. Setelah olah tempat kejadian, lalu memeriksa sejumlah saksi, kami langsung lakukan pencarian pihak yang kami sangkakan ini,” ucap Candra.

Saat pengejaran, tersangka Tugimin diketahui telah melarikan diri ke sejumlah kota di Jawa Tengah. Namun, selang sepuluh hari, Tugimin lantas menyerahkan diri ke Kepolisian Sektor Serpong, Tangerang Selatan pada Minggu 21 April 2019.

“Kami selidiki kami kejar pelaku yang lari. Tapi kami mendapat lapooran jika pelaku menyerahkan diri ke Polsek Serpong. Mungkin mereka terbayang terus korban, hatinya pun tidak enak hingga akhirnya memilih mengakui kesalahannya. Kami jemput, kemudian kami mintai keterangan lalu tersangka mengakuinya,” ucap dia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Candra, motif pembunuhan terjadi lantaran tersangka sakit hati kerap dihina oleh korban. Sejak menikah siri enam tahun lalu, pertengkaran kerap terjadi di antaranya akibat permasalahan ekonomi.

“Motif tersangka sakit hati karena sering dicaci maki oleh korban. Sebagai laki-laki dan kepala rumah tangga, tidak terima. Kejadian itu berulang hingga emosinya terakumulasi lantas tidak terkendali,” ucap Candra.

Kepada wartawan, Tugimin mengaku gelap mata lantaran terlanjur sakit hati selalu menjadi bahan hinaan korban. Emosi Tugimin pun memuncak tatkala uang belanja sekaligus modal untuk membuka usaha di Bekasi, sebanyak Rp 20 juta, dihabiskan oleh korban. Selain untuk kebutuhan hidup, uang tersebut rencananya untuk modal usaha pakaian kredit jelang lebaran.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X