Pelenyapan sampai Sumber Mineral, Misteri Terowongan Wilhelmina

- 26 April 2019, 16:22 WIB
Salah satu dari empat terowongan jalur kereta api di Bagolo, dengan yang terpanjang Terowongan Wihelmina (1.208 meter), di Bagolo Emplak, Kabupaten Pangandaran.*/AGUS KUSNADI/KP

BERNAMA Wilhelmina, tapi dikenal oleh penduduk setempat dengan sebutan Sumber. Bukan nama orang, tapi nama terowongan jalur kereta api Banjar-Cijulang di Bagolo Emplak, Kabupaten Pangandaran.

Kata "Sumber", menurut pemahaman masyarakat lokal, dimaknai sebagai lokasi yang menunjukkan adanya kandungan material tertentu di bawah perut bumi. Sumber material itu diyakini ada di sekitar lokasi terowongan tersebut.

Perangkat Desa Bagolo, Kec. Kalipucang, Ilin (50), mengatakan, ia mendapatkan informasi dari neneknya yang ketika masa penjajahan Belanda, kurang lebih tahun 1915 menjadi juru masak para gegeden kompeni Belanda. Suatu ketika, neneknya itu diajak jalan-jalan oleh kompeni Belanda menelusuri lokasi tempat dibuatnya terowongan Sumber.

"Ketika itu, nenek saya mendengar dengan jelas dari para kumpeni Belanda bahwa di sekitar terowongan Sumber diindikasikan adanya kandungan minyak bumi," katanya menirukan ucapan neneknya ketika berkisah kepada Agus Kusnadi dari Kabar Priangan.

Selain itu, tak jauh dari terowongan Sumber, tepatnya sekitar Bagolo Kolot, ditemukan bebatuan berharga. Kenapa berharga, karena batu-batuan itu mengandung unsur emas dan perak.

loading...

Ilin menambahkan, biasanya dahulu, masyarakat sekitar yang telah diajak berjalan-jalan menelusuri lokasi di sekitar terowongan Sumber selalu "dilenyapkan" oleh penjajah Belanda. Akan tetapi, karena neneknya merupakan juru masak para kumpeni,ia tidak mengalami tindakan "pelenyapan". 

Itu merupakan suatu keberuntungan karena neneknya bisa selamat. Sang nenek bukan hanya bisa menikmati suasana kemerdekaan, tapi juga bisa menceritakan pengalamannya tersebut kepada anak dan cucunya.

"Untungnya nenek saya itu tukang masak para gegeden Belanda sehingga tidak ditembak, setelah selesai diajak jalan-jalan ke lokasi dibuatnya terowongan Sumber. Mungkin, pikir Belanda ketika itu, jika nenek saya ditembak, siapa nanti yang menyediakan makanan untuk mereka," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X