Rabu, 11 Desember 2019

TPS Didirikan di Tempat Angker, Ketua KPPS Kesurupan

- 25 April 2019, 16:12 WIB
PETUGAS KPPS bekerja sampai malam hari namun tetap semangat. Padahal sebelumnya mereka mengalami berbagai kejadian aneh.*/MUSLIH JERRY/KABAR PRIANGAN

PARIGI,(PR).- Pada pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi penghitungan surat suara tingkat PPK kecamatan di berbagai daerah terdengar kabar duka. Banyak petugas KPPS hingga Panwascam yang bertugas  di Jawa Barat meninggal dunia

Untuk di Kabupaten Pangandaran sendiri justru pada saat pelaksanaan pencoblosan 17 April lalu menyisakan kejadian misteri di beberapa TPS. Seperti petugas kerasukan makhluk halus sampai ada surat suara dalam kondisi kusut atau tidak rapi ditemukan dalam kotak suara yang tersegel pada saat akan dihitung.

Misalnya seperti yang terjadi di TPS 07, Rt 03/06, Dusun Sirnagalih, Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran sampai sekarang terkenal dengan nama TPS Cilok karena ada kejadian aneh yang menimpa pada Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sehari sebelum pelaksanaan pencoblosan kerasukan makhluk halus. 

Salah satu petugas KPPS di TPS 07 Desa Cibenda Kecamatan Parigi, Ai Aisyah (48), Kamis 25 April 2019, menerangkan bahwa ada kejadian di luar logika yang terjadi di TPS tempatnya bertugas tersebut sehari sebelum pencoblosan. Satu kejadian lain yang sangat aneh juga terjadi ketika  pada Selasa, 16 April 2019 lalu, para petugas KPPS yang bertugas di TPS 07 mendirikan tenda TPS dan selesai pada pukul 12.00 Wib. 

"Saat kami akan pulang, datanglah seorang tukang cilok lewat ke lokasi. Raut wajahnya aneh dan datang malam-malam," ungkapnya. 

Menurutnya saat itu Ketua KPPS TPS 07 Agus Susanto sempat menawarkan ke petugas yang lainnya cilok tetapi mereka menolak. Anehnya setelah Ketua KPPS pulang ke rumah ada kabar kerasukan makhluk halus dan sampai tidak sadarkan diri. "Saat tidak sadar itu Agus bicara kalau dia ingin jajan cilok," tuturnya. 

Selanjutnya beberapa jam kemudian setelah sadarkan diri, Agus mengaku badannya sangat lemas. Saat pencoblosan berlangsung lancar tanpa ada masalah apa pun, masalah datang waktu peghitungan surat suara yaitu dalam data di TPS tersebut ada 287 hak pilih, KPU pun sudah menyediakan surat suara sebanyak 293. Dari 287 hak pilih tersebut yang menyalurkan hak pilih tercatat ada 256 orang.

“Sebelum penghitungan suara, kami ada 6 petugas KPPS dan juga saksi menghitung dulu lipatan surat suara Pilpres hingga dua kali,” lanjutnya.

Anehnya setelah dihitung, perolehan suara Pilpres yang dibacakan ternyata hanya ada 255 surat suara, artinya satu lipatan surat suara untuk Pilpres lenyap tidak ada. Hingga pada saat itu para Petugas KPPS dan saksi serta masyarakat sempat panik. Petugas semuanya berkali-kali menghitung kembali surat suara Pilpres yang telah dibacakan tersebut. "Kami semua panik karena surat suara untuk Pilpres hilang begitu saja," tuturnya kepada wartawan Kabar Priangan, Muslih Jerry.


Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Tags

Komentar

Terkini

X