Rabu, 19 Februari 2020

KPK Geledah Kantor Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, Begini Jejak Kasusnya

- 24 April 2019, 12:40 WIB
POLISI berjaga di depan ruang Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman di Gedung Balai Kota, Jalan Letnan Harun, Rabu 24 April 2019. KPK menggelendah kantor Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman itu.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

TASIKMALAYA, (PR).- Sejumlah orang berompi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menggeledah ruang Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, Rabu 24 April 2019. Belum ada keterangan terkait kasus apa penggeledahan tersebut.

Para petugas berompi KPK tampak hilir mudik di Kantor Budi Budiman. Sejumlah petugas kepolisian bersenjata tampak berjaga di depan kantor Budi Budiman. Tak hanya polisi, personel Satpam juga turut melapis penjagaan tersebut.

Tak ada keterangan yang disampaikan petugas. Pewarta yang berkumpul dilarang mendekati lokasi penggeledahan. Sebagian petugas sempat turun bersama Kepala Dinas PU PR Adang Mulyana dan Sekda Ivan Dicksan. Mereka masuk mobil dan meluncur menuju Bala Wiwitan, Kanto Dinas PU PR Kota Tasikmalaya.

KPK terus mendalami dugaan keterlibatan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman terkait pemberian gratifikasi berupa uang kepada Yaya Purnomo, eks Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman, Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

Budi Budiman diduga memberikan gratifikasi uang ratusan juta rupiah guna memuluskan penyaluran Dana Alokasi Khusus dan Dana Insentif Daerah ke wilayahnya.

Peran Budi Budiman bahkan disebut jelas dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut KPK terhadap Yaya Purnomo.

"Pihak-pihak lain yang disebut di dakwaan dan fakta sidang tentu kami cermati peran-perannya," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam pesan Whatsapp kepada Pikiran Rakyat, Selasa 27 November 2018.

Hal senada telah diungkapkan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan. "Akan (di)pelajari oleh penyidik," ujar Basaria panjaitan terkait pengusutan pemberian uang oleh Budi Budiman.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X