Jumat, 28 Februari 2020

Kapolda Minta Masyarakat Sabar Menunggu Rekapitulasi KPU

- 23 April 2019, 17:09 WIB
KAPOLDA Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto bersama dengan Pangdam III Siliwangi Mayjen Tri Soewandono meninjau gudang surat suara di Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Selasa 23 April 2019.*/GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto meminta masyarakat bersabar menunggu hasil akhir penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum. Dia memastikan petugas keamanan siap mengawal dan menjaga sepenuhnya proses demokrasi di wilayah Jawa Barat.

Kapolda menegaskan hal itu saat memantau langsung jalannya penghitungan suara di Kabupaten Indramayu, Selasa 23 April 2019. Kegiatan tersebut dilakukan kapolda bersama dengan Pangdam III Siliwangi Mayjen Tri Soewandono. Kapolda memastikan proses rekapitulasi suara berjalan dengan lancar.  Untuk mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan keamanan di gudang surat suara diperketat.

Pemantauan langsung dimulai di panitia pemilihan Kecamatan (PPK) Jatibarang. Kapolda bersama dengan pangdam melihat langsung aktivitas proses rekapitulasi. “Tidak ada gangguan kamtibmas pemilu,” kata Agung menegaskan, Selasa 23 April 2019. Agung menambahkan, dirinya ingin memantau langsung jalannya pengamanan di setiap tempat rekapitulasi. Setelah di Jatibarang rombongan langsung bertolak ke PPK Krangkeng.

Pengamanan harus sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan. Dia menambahkan, setiap gudang surat suara mesti digembok tiga untuk memastikan keamanan. Masing-masing kunci dipegang oleh kapolsek, panwascam, dan PPK. Penerapan gembok tiga dilakukan untuk menjaga kemungkinan adanya penyusup yang masuk ke gudang.

Agung meminta kepada masyarakat untuk sama-sama menghormati perhitungan yang tengah dilakukan oleh KPU baik untuk pilpres maupun pileg.

Dirinya juga sudah menginstruksikan kepada jajaran kapolres untuk tetap menjaga gudang surat suara di wilayahnya masing-masing. Terlebih di daerah lain ada kasus pembakaran surat suara. Dia tidak ingin, kejadian itu terjadi di wilayah Jawa Barat. “Sudah diperintahkan untuk mengamankan secara ketat,” katanya.

Sementara itu, menjelang bulan Ramadan juga Satgas Pangan Polda Jabar masih terus bergerak. Dirinya terus memantau perkembangan harga pasca pesta demokrasi. Jika kenaikan masih di bawah 10 persen dinilai masih aman dan wajar. Lain hal jika lonjakan harga melebihi 10 persen maka Satgas Pangan akan langsung turun ke lapangan menekan gejolak harga.***  

 

 

Halaman:

Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X