Pelapor: Semua Saksi Diusir, Yogie: Golkar Siap Pasang Badan

- 23 April 2019, 06:31 WIB
BELASAN saksi sedang memberikan keterangan kepada Tim Penegakan Hukum Terpadu Bawaslu Sumedang, terkait adanya dugaan kecurangan pada proses Pemilihan Umum di Desa Cilengkrang Kecamatan Wado.*/TAUFIK ROCHMAN/PR

Lakukan kroscek

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Kab. Sumedang, Ade Sunarnya, membenarkan soal adanya laporan tersebut. Menurut Ade, dugaan awal soal kecurangan ini sebenarnya telah muncul sejak Hari Jumat 19 April lalu. Bahkan, saat itu juga Bawaslu sudah sempat menindaklanjutinya dengan cara melakukan kroscek ke Sekretariat Panwascam Wado. 

"Sebelumnya kami telah melakukan jemput bola ke lapangan. Kami juga telah menyarankan kepada pihak pelapor untuk memberikan laporan resmi ke Bawaslu. Dan hari ini, pihak pelapornya telah datang bersama 17 orang saksi," katanya.

Mereka (pelapor dan saksi), lanjut Ade, intinya melaporkan soal indikasi adanya ketidaknetralan penyelenggara, intimidasi yang dilakukan Kepala Desa dan Aparatur Desa Cilengkang kepada pemilih, serta dugaan penggiringan atau pengarahan suara kepada salah satu Caleg.

"Kami merespons positif laporan tersebut. Laporan ini akan segera kami kaji secara bersama dengan pihak Kejaksaan dan Kepolisian," kata Ade.

Maka dari itu, pihaknya untuk saat ini belum bisa memberikan kepastian soal tindakan apa yang akan dilakukan oleh Bawaslu dalam menyikapi pengaduan tersebut. Soalnya, kasus tersebut harus dikaji terlebih dahulu oleh Tim Gakumdu.

Harus profesional

Menanggapi soal pengaduan yang memojokan partainya, Sekretaris DPD Partai Golkar Kab. Sumedang, Yogie Yaman Sentosa, dengan tegas mengatakan bahwa Partai Golkar akan pasang badan menyikapi pengaduan tersebut.

"Kami akan pasang badan jika salah satu caleg kami ada yang dizolimi. Kalaupun ada buktinya, silakan saja proses secara profesional. Dan kami akan tetap melindungi Caleg kami," katanya kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.

Sebab, menurut Yogi, sesuai laporan di lapangan, C1 yang ada di seluruh TPS wilayah desa bersangkutan, semuanya sudah ditandatangani oleh saksi. Dengan demikian, berarti semua saksi telah menyepakati hasil dari proses pemilihan di Desa Cilengkrang.

"Suara Caleg kami yang dipojokan itu memang besar. Dalam satu desa itu diperkirakan mencapai 3.000 suara. Hasil itu membuktikan, bahwa masyarakat Cilengkrang memang menginginkan Roy Mahendra bisa masuk menjadi anggota DPRD mewakili mereka," katanya.

Disinggung soal adanya isu Caleg Golkar yang ikut melaporkan dugaan kecurangan tersebut, Yogi mengaku prihatin, sebab seharusnya sesama partai itu justru harus saling melindungi bukannya saling menyerang seperti itu.

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X