Rabu, 11 Desember 2019

Pelapor: Semua Saksi Diusir, Yogie: Golkar Siap Pasang Badan

- 23 April 2019, 06:31 WIB
BELASAN saksi sedang memberikan keterangan kepada Tim Penegakan Hukum Terpadu Bawaslu Sumedang, terkait adanya dugaan kecurangan pada proses Pemilihan Umum di Desa Cilengkrang Kecamatan Wado.*/TAUFIK ROCHMAN/PR

SUMEDANG, (PR).- Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumedang, kini terima laporan terkait dugaan kecurangan yang terjadi pada proses Pemilihan Umum di wilayah Desa Cilengkrang Kecamatan Wado, Kab. Sumedang.

Laporan tersebut disampaikan H. Beben Dendi Kuswandi, salah seorang calon legislatif DPRD Kabupaten dari Partai PPP daerah pemilihan 4 (Situraja, Cisitu, Darmaraja, Wado dan Cibugeul), ke Kantor Penegakan Hukum Terpadu Bawaslu Sumedang, Senin 22 April 2019.

Dalam laporannya tersebut, H. Beben, dengan tegas menyampaikan terkait adanya beberapa indikasi kecurangan yang dilakukan oknum penyelenggara Pemilu dan Aparatur Desa di wilayah Desa Cilengkrang.

Kecurangan itu sendiri, kata H. Beben, terindikasi sangat menguntungkan bagi salah satu caleg DPRD Kabupaten dari Partai Golkar, yang notabene anak dari Kepala Desa Cilengkrang.

"Ada delapan poin dugaan kecurangan yang tadi saya laporkan ke Bawaslu. Dugaan kecurangan ini, di antaranya intimidasi kepada pemilih, penggelembungan suara, pencoblosan surat suara oleh oknum aparatur desa, serta penghinaan dan pengusiran terhadap saksi partai lain," katanya, usai memberikan laporan ke Bawaslu.

Dan ironisnya, kata Beben, beragam kecurangan itu pun diduga dilakukan pula oleh oknum KPPS selaku penyelenggara. Bahkan parahnya lagi, pihak Panwascam juga tidak dapat bertindak apapun di lokasi TPS.

Maka dari itu, untuk memperkuat laporan terkait dugaan kecurangan tersebut, lanjut Beben, pihaknya sengaja mendatangan 17 orang saksi mata, yang mayoritas merupakan saksi dari partai-partai lain di luar Golkar.

Jika melihat pengakuan dari para saksi, lanjut Beben, perbuatan yang dilakukan oknum aparatur desa dan oknum penyelenggara Pemilu di Desa Cilengkrang ini tentu sangat menciderai demokrasi rakyat. Oleh karena itu, atas nama masyarakat dia berharap agar Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan, bisa memproses pengaduan itu dengan seadil-adilnya.

"Saksi sampai diusir, warga diintimidasi dan diarahkan harus mencoblos anaknya Caleg dari Partai Golkar. Menurut saya perbuatan itu sudah melanggar aturan. Harusnya dipidanakan, dan Penyelenggara harus menggelar Pemilihan ulang," ujarnya.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X