Minggu, 8 Desember 2019

Ridwan Kamil: Media Berperan Mendewasakan Masyarakat Mengolah Informasi

- 12 April 2019, 19:06 WIB
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil saat bertemu dengan para pimpinan redaksi media Jawa Barat di Nara Park, Jalan Rancabentang, Ciumbuleuit, Kota Bandung, Jumat 12 April 2019.*/DOK. PEMPROV HUMAS

BANDUNG, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak media ikut mendewasakan masyarakat dalam mengolah informasi di era digital yang dipenuhi dengan kabar sumir, berita rekayasa, hoaks atau berita bohong, serta informasi yang bersifat fitnah.

Berita-berita hoaks yang menyebar di masyarakat dengan sangat cepat membuat resah Ridwan Kamil. Menurut Gubernur, hoaks ini sulit untuk dibendung tanpa keterlibatan media.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan, warga Jabar merupakan kelompok pengonsumsi media yang sangat tinggi, sehingga jika tidak memiliki filter yang bagus cenderung akan sangat mudah mempercayai berita bohong atau hoaks.

Menurut Emil, hoaks merupakan sisi gelap dari sebuah informasi yang harus ditangkal melalui sebuah kerja sama antara pemerintah dengan media.  

"Saya resah karena berita hoaks yang dikonsumsi publik banyak sekali dan kita sulit untuk membendungnya," kata Emil saat bertemu dengan para pemimpin redaksi media Jawa Barat di Nara Park, Kota Bandung, Jumat 12 April 2019.

"Jadi, media ini harus ikut terlibat bagaimana mendewasakan masyarakat Jawa Barat dalam mengolah informasi," tandasnya.

Terlebih saat ini bertepatan dengan momentum Pemilihan Presiden dan Legislatif 2019, Emil berharap informasi atau isu sensitif yang berpotensi memunculkan multipersepsi dan keresahan di masyarakat sebaiknya disikapi dengan bijak bahkan jika perlu dihindari oleh media.

"Karena kita harus jaga betul transisi kekuasaan ini supaya aman, damai, lancar sebagai syarat kita melanjutkan pembangunan," tuturnya.

Emil berpandangan media mempunyai tanggung jawab moral menyampaikan informasi yang benar dengan dukungan teknologi informasi yang berkembang saat ini. Terlebih masyarakat Indonesia yang mempunyai budaya ngobrol dan sharing dengan indeks literasinya yang rendah.


Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Tags

Komentar

Terkini

X