Minggu, 8 Desember 2019

Tiga Hari Hilang, Ny. Kokon Ditemukan Mengambang di Sungai

- 10 April 2019, 23:20 WIB
TIM SAR gabungan tengah mengevakuasi mayat Ny Kokon (42) warga Cipaku, Kabupaten Ciamis yang ditemukan mengambang di Sungai Citanduy wilayah Kokoplak , Kecamatan Pataruman , Kota Banjar, Rabu 10 April 2019. Almarhum diduga terpeleset jatuh saat mencuci di Sungai Cikadongdong, anak Sungai Citanduy.*/ NURHANDOKO/ PR

BANJAR,(PR).- Setelah hilang selama tiga hari, Ny Kokon Komariah (42) warga Cipaku, Kabupaten Ciamis ditemukan mengambang di Sungai Citanduy wilayah Kokoplak , Desa Sinartanjung, Pataruman, Kota Banjar, Rabu 10 April 2019. Korban diduga terpeleset saat mencuci pakaian di Sungai Cikadongdong anak Sungai Citanduy.

Ibu dua anak warga Desa Selacai, Kecamatan Cipaku, Ciamis itu  dinyatakan hilang   Senin sejak 8 April 2019.  Seperti biasanya sekitar pukul 6.30 WIB almarhum berangkat ke Sungai Cikadongdong, untuk mencuci pakaian.

Sementara itu, suami  Ny Kokon juga tidak ada firasat istrinya jatuh dan hanyut. Menjelang sore Kokon ternyata belum pulang ke rumah, sedangkan pakaian yang dicuci berada di tepi sungai. Hal itu kemudian dilaporkan kepada polisi.

Menindaklanjuti laporan tersebut Tim SAR gabungan di antaranya Basarnas, BPBD Ciamis dan Kota Banjar, Tagana, serta aparat kepolisian dan TNI langsung melakukan pencarian. Mereka menyusuri Sungai Cikadongdong yang merupakan anak Sungai Citanduy. Akan tetapi pencarian tidak membuahkan hasil.

Tubuh korban yang mengambang  pertama kali dilihat oleh Saman (40), seorang pedagang, di sekitar Bendung Doboku, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, sekitar pukul 8.00 WIB. Kemudian dilaporkan ke polisi.

“Ketika di bendungan, saya melihat sosok mayat hanyut dan langsung timbul tenggelam di bagaian bawah tubuh bendungan . Aliran airnya sangat kuat dan berputar, sehingga mayat tidak hanyut,” ungkap Saman.  

Tim SAR gabungan yang datang ke lokasi kejadian  juga tidak dapat  langsung melakukan evakuasi, karena debit air Sungai Citanduy sangat deras. Selain itu, aliran air bawah bendung berputar sehingga membahayakan regu penolong. 

“Kondisi arus air di bawah Bendung Dobo sangat kuat sehingga sangat membahayakan tim yang akan melakukan evakuasi. Untuk evakuasi,  sebagaian pintu air dibuka dengan harapan mayatnya hanyut ke tepi. Akan tetapi kembali hanyut,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjar Kuslan.


Halaman:

Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

X