Kamis, 23 Januari 2020

Ridwan Kamil Dinobatkan Sebagai "Gubernur Milenial"

- 9 April 2019, 10:00 WIB
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil saat menerima penghargaan sebagai ‘Millennial Governor of The Year’ atau ‘Gubernur Milenial’ pada ajang Anugerah Indonesia Maju 2018- 2019 yang digelar media grup Warta Ekonomi dan harian Rakyat Merdeka, di Ballroom Pullman Hotel, Jakarta, Senin 8 April 2019 malam.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

JAKARTA, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dinobatkan sebagai ‘Millennial Governor of The Year’ atau ‘Gubernur Milenial’ pada ajang  Anugerah Indonesia Maju 2018- 2019 yang digelar media grup Warta Ekonomi dan harian Rakyat Merdeka, di Ballroom Pullman Hotel, Jakarta, Senin 8 April 2019 malam.

"Apapun berita baik tentu kita syukuri, ada apresiasi bahwa perubahan hadir terlihat, saya kira itu hal yang kita syukuri," ujar Gubernur Ridwan Kamil usai menerima anugerah.

Menurut dia, apa yang dia kerjakan bukan semata mengejar penghargaan. Akan tetapi bekerja karena amanah rakyat dan tuntutan jabatan. Adapun penghargaan yang diterimanya dia anggap sebagai indikator kehadiran perubahan dari apa yang dikerjakan.

"Saya akan terus memperbaiki, menyempurnakan," katanya.

Selama ini sosok Ridwan Kamil dikenal sebagai tokoh perubahan yang memang dekat dengan kalangan milenial dan generasi Z. Emil, sapaan akrabnya sering menjadi pembicara di forum- forum kepemudaan baik level nasional maupun internasional.

Emil konsisten mengajak milenials untuk turut serta dalam pembangunan. Sebut saja Jabar Future Leader (JFL), Jabar Saber Hoaks, One Village One Company, dan banyak program di Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diisi oleh banyak kalangan milenials.

Sejak masih menjabat Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil juga dikenal sebagai pejabat pemerintah yang sangat fasih memanfaatkan teknologi. Komunikasi dengan rakyat banyak dilakukan di berbagai platform media sosial dan terus dipertahankan hingga kini jadi gubernur. Emil pun acap kali berinovasi di pemerintahan dengan menerapkan prinsip digitalisasi.

Penjaringan tokoh-tokoh yang mendapat penghargaan dilakukan melalui studi kualitatif dari publikasi data sekunder, yaitu publikasi media, lembaga resmi pemerintah, perusahaan, asosiasi, dan lembaga-lembaga resmi lainnya. Proses seleksi dilakukan menggunakan parameter akselerator, motor, dan inovator.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X