Sabtu, 30 Mei 2020

Warga Purwakarta Diminta Waspada Angin Puting Beliung

- 7 April 2019, 18:34 WIB
SALAH satu rumah warga di Desa Sempur, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta rusak akibat terkena angin puting beliung, Sabtu 6 April 2019 sore lalu. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana daerah setempat mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai bencana serupa.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Wilayah Kabupaten Purwakarta berpotensi terkena bencana angin puting beliung. Bencana tersebut bahkan telah merusak belasan rumah di Desa Sempur, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Sabtu, 6 April 2019 sore kemarin.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Purwakarta melihat potensi angin puting beliung berdasarkan kondisi cuaca saat ini. "Kami tidak bisa memastikan seberapa besar potensinya, yang pasti masyarakat perlu waspada," kata kepala dinas tersebut, Wahyu Wibisono, Minggu 7 April 2019.

Angin kencang yang melanda sebagian wilayah Purwakarta akhir-akhir ini biasanya diiringi dengan hujan petir. Saat cuaca buruk seperti itu, Wibi mengingatkan masyarakat untuk mencari tempat perlindungan agar tidak tertimpa material bangunan yang terbawa angin.

Selama 2019, DPKPB Purwakarta mencatat sedikitnya terjadi empat kali bencana alam angin puting beliung. Namun menurut Wibi, kerusakan terparah sampai saat ini terjadi pada laporan bencana yang terakhir, Sabtu 6 April 2019 sore kemarin.

Sebanyak 16 unit rumah warga dilaporkan rusak. Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap rumah yang terdiri dari genteng keramik. "Gentengnya terbawa angin sampai terlepas dari tempatnya. Tapi tidak sampai ada yang roboh rumahnya," ujar Wibi.

Pascabencana tersebut, warga dibantu aparat keamanan dan pemerintahan setempat langsung mengevakuasi bangunan yang rusak. Warga terdampak bencana terpaksa diungsikan ke rumah tetangga atau kerabatnya yang tidak terkena angin puting beliung.

Warga mengaku sangat membutuhkan genteng untuk menutupi bagian atap rumahnya. Sebagian besar genteng yang jatuh ke tanah tidak bisa digunakan kembali karena rusak berkeping-keping. "Genteng yang masih bagus hanya sedikit," kata salah seorang korban, Ujang.

Selain merusak bangunan rumah warga, angin tersebut juga menumbangkan sejumlah pohon di pinggir jalan. Namun, Camat Plered, Rustam memastikan bencana kali ini tidak sampai melukai warga apalagi menimbulkan korban jiwa.

Warga setempat juga bersukur bencana tidak sampai merusak bangunan Makam Mama Sempur yang biasa menjadi tujuan ziarah masyarakat dari dalam dan luar daerah Purwakarta. "Hari itu juga kami bantu membereskan dan memasang atap rumah warga yang terkena dampak," kata Rustam.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X