Jumat, 21 Februari 2020

Jalan R3 Tidak Juga Dibuka, Warga Akan Kumpulkan Koin

- 1 April 2019, 18:05 WIB
PENGENDARA motor menerobos jalan ring road regional (R3), Kelurahan Katulampa, Kota Bogor yang ditutup pada Minggu, 31 Maret 2019. Warga Kelurahan Katulampa menuntut Pemkot Bogor kembali membuka jalan tersebut. */WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI

BOGOR,(PR).- Pemerintah Kota Bogor masih tetap ingin menunggu putusan Pengadilan Negeri Bogor terkait nasib Jalan ring road regional (R3).  Namun, warga yang terdampak penutupan jalan R3 berencana mengumpulkan koin untuk R3, jika konflik antara Pemkot Bogor dan pemilik lahan tak terselesaikan.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengatakan, Pemerintah Kota Bogor sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membuka segera akses  Jalan R3. Pemkot Bogor menyatakan akan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami pun sudah bersurat ke pemilik lahan, kalau bisa jalan dibuka dulu. Kalau bisa hari ini dibuka. Kalau tidak bisa, biar proses persidangan yang memutuskan agar jalan R3 dibuka dulu,” kata Bima Arya di Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Pemuda, Kota Bogor, Senin, 1 April 2019.

Bima menyatakan, pembukaan jalan R3 harus segera dilakukan karena sudah menyengsarakan rakyat . Sejauh ini, Pemkot Bogor sudah menganggarkan biaya ganti rugi lahan seluas 1.987 meter persegi yang belum terbebaskan sejak 2014 lalu senilai Rp 14 miliar. Angka tersebut didapat dari hasil kajian tim appraisal.

Namun demikian, pemilik lahan keberatan dan memilih mengajukan gugatan kembali ke Pengadilan Negeri Bogor. Nominal tersebut dianggap tidak mencakup biaya kompensasi penggunaan lahan dari 2014 hingga 2018.

“UMKM mati, warung-warung tutup, jalanan macet, jarak tempuh jadi lama.  Jalanan itu jadi banyak mudarat-nya, jadi harus segera dibuka,” kata Bima.

Terkait dukungan warga lewat aksi koin untuk R3, Bima mengapresiasi langkah tersebut. Namun demikian,  Bima menyebutkan anggaran untuk pembebasan lahan R3 sudah ada, sehingga masyarakat tidak perlu mengumpulkan dana pribadi untuk membantu Pemkot Bogor.

“Warga enggak  paham. Anggaran yang kami ajukan  tidak disepakati pemilik lahan, mereka minta lebih untuk kompensasi, tetapi saya hargai inisiatif warga. Silakan berekspresi, tetapi uangnya sudah ada,” ucap Bima.

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X