Senin, 24 Februari 2020

Nur Handiah, Semula PNS Kini Jadi Ratu Kerang

- 22 Maret 2019, 07:36 WIB
NUR Handiah Jaime Taguba (57 tahun) menjadi inspirasi kaum wanita setelah sukses menekuni kerajinan berbahan baku kerang.*/AGUNG NUGROHO/PR

PELAJARAN berharga yang bisa dipetik dari perjuangan Hj Nur Handiah Jaime Taguba (57 tahun) ialah jangan pernah menyerah meski hidup di masa susah. Dari titik nol, melaluinya dengan jatuh bangun dan kerja keras, kini wanita kelahiran Banyumas 9 Maret 1961, menikmati kesuksesan yang luar biasa.

Kisah hidupnya telah menjadi inspirasi banyak orang, terutama bagi kaum wanita. Bahkan dari usaha yang ditekuninya selama hampir dua puluh tahun, belasan penghargaan baik di lingkup Jawa Barat, nasional maupun internasional, telah diraihnya.

Nur yang pernah meraih penghargaan Kartini Award itu kini berjuluk sebagai “Ratu Kerang” dari Cirebon. Dia sukses mengelola pusat kerajinan kerang yang dinamai dengan Istana Kerang di perusahaannya di Desa Astapada, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon.

Berwisata ke Cirebon, seolah belum lengkap bila tidak mengunjungi Istana Kerang. Berbagai macam produk kerajinan yang terbuat dari kerang ada di istana seluas 1.100 m2 lebih.

Dari mulai bahan-bahan keseharian rumah tangga, sampai perabotan-perabotan mewah seperti lampu gantung, furniture,  berbagai ragam hiasan dan banyak lagi. Tidak berlebihan bila tempat yang menjadi etalase itu disebut sebagai istana kerang, karena keseluruhannya dibuat dari kerang dengan desain-desain menarik dan sangat artistik.

Untuk Istana Kerang itu, Nur beberapa kali meraih penghargaan sebagai Desainer Terbaik di tingkat nasional maupun internasional. Misalnya untuk penghargaan internasional diantaranya dari Asean Programm Consultan (APC), wanita ini meraih “The Best Designer of Seashell Handicraft”, juga meraih “Gold Award Desain Terbaik 2010”dari “Indonesian Export Award” dari Kementrian Perindustrian, serta belasan penghargaan lainnya.

Istana Kerang juga tercatat sebagai peserta rutin pameran internasional kerajinan kerang di Frankfurt, Jerman pada setiap bulan Februari. Pada Februari tahun 2019 baru lalu, Istana Kerang Cirebon untuk kelima kalinya, dan selalu menjadi primadona di event bergengsi tersebut.

Jatuh bangun

Kesuksesan yang luar biasa itu, diraih tidak dengan jalan mudah. Nur menceritakan kalau dia harus jatuh bangun dan berdarah-darah untuk bisa sukses sampai hari ini.

“Ini semua diraih tidak dengan cara mudah. Saya jatuh bangun merintis usaha ini. Saya hanya punya prinsip tidak boleh ada kata menyerah. Alhamdulillah, dibarengi dengan doa, saya bisa terus menjalani usaha sampai hari ini,”tuturnya.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X