Senin, 24 Februari 2020

Caleg Bernisial S di Bogor Diduga Jadi Otak Pencurian Harta Nasabah Bank

- 20 Maret 2019, 03:50 WIB
LIMA orang pelaku pencurian dengan pemberatan ditangkap Satuan Reskrim Polres Bogor. Dari pengakuan para pelaku, salah seorang otak pelaku kasus tersebut adalah calon anggota legislatif (caleg) dengan inisial S. Kasus ini saat ini dtangani pihak kepolisian.*/IRWAN NATSIR/PR

CIBINONG,(PR).- Salah seorang calon anggota legislatif (caleg) dengan inisial S diduga  menjadi otak tindakan pencurian dengan pemberatan. Aksi pencurian dilakukan kepada korban Fadhul Anshar, nasabah yang baru mengambil uang dalam jumlah cukup banyak.

Hal ini terungkap setelah Satuan Reskrim Polres Bogor berhasil menangkap lima orang pelaku dengan modus pengembosan ban mobil. Namun, pihak kepolisian menutup informasi mengenai caleg S tersebut, termasuk pencalonnya apakah di tingkat DPRD kabupaten/provinsi maupun pusat.

Dalam juma pers Selasa, 19 Maret 2019, di Mapolres Bogor di Cibinong, Kasat Reskrim, AKP Benny Cahyadi, hanya menyampaikan bahwa salah satu otak pelaku dalam kasus tersebut adalah seorang caleg dengan inisial S. Dia tidak mau memberikan keterangan lebih lengkap mengenai status caleg S tersebut.

Hal senada juga disampaikan Kasubag Humas Polres, AKP Ita Puspita Lena. Ketika diminta konfirmasi identitas caleg S, ia sama sekali tidak memberikan keterangan. “Salah satu caleg saja,” ujarnya.

Terungkapnya peran caleg S setelah pihak kepolisian menangkap lima orang pelaku tindakan pencurian dengan pemberatan. Kelima pelaku adalah SP (36), AM (32), NJ (42), HR (28), dan  NA (31). Kelima pelaku sudah ditahan di Mapolres.

Dijelaskan Benny, kelima pelaku ditangkap pekan lalu setelah adanya kejadian pencurian di area GOR Pakansari, Cibinong. “Setelah ada kejadian pencurian, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap para pelakunya,” kata dia.

Modus pengempesan ban mobil

Kasus pencurian itu terjadi Senin, 4 Maret 2019. Seorang korban bernama Fadhul Anshar (25) dibuntuti para pelaku setelah mengambil uang di bank. Sejak dari dalam bank, korban sudah diawasi. Setelah mengambil uang dalam jumlah cukup banyak, ia lalu keluar bank dan naik ke mobil.

Sebelum mobil korban jalan, ternyata salah seorang pelaku telah memasang sandal jepit yang ada paku payung di ban mobil. Ketika mobil korban menuju arah stadion, para pelaku yang mengendarai sepeda motor membuntuti. Sesampai di area stadion, ban mobil korban kempes sehingga korban menghentikan mobil dan keluar untuk memeriksa ban yang kempes.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X