Minggu, 15 Desember 2019

TPA Burangkeng Akhirnya Dibuka

- 18 Maret 2019, 21:51 WIB
SAMPAH masih menumpuk di persimpangan Sentra Grosir Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Senin, 18 Maret 2019. Meski Tempat Pembuangan Akhir Burangkeng telah dibuka, Dinas Lingkungan Hidup mengaku membutuhkan setidaknya dua pekan untuk mengangkut sampah yang tidak terangkut selama 14 hari.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kabupaten Bekasi, akhirnya kembali dibuka. Warga sepakat membuka tempat pembuangan setelah mendapat jaminan bahwa seluruh tuntutannya akan dipenuhi, termasuk kompensasi dalam bentuk uang.

Meski telah dibuka, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi menyatakan, mereka memerlukan waktu setidaknya dua pekan untuk mengangkut seluruh sampah yang terbengkalai. Alasannya, selama 14 hari TPA ditutup, sampah yang tidak diangkut mencapai belasan ribu ton.

Jaminan bahwa seluruh tuntutannya akan dipenuhi itu didapat warga secara langsung dari Pelaksana Tugas, Bupati Eka Supria Atmaja. Muhammad Husein, salah seorang warga mengaku menggelar pertemuan langsung dengan Eka di kediaman pribadinya.

“Jadi kemarin, Minggu, 17 Maret 2019, itu kami perwakilan diundang sama Pak Plt Bupati ke rumahnya. Kami membicarakan apa yang menjadi tuntutan kami, lalu akhirnya akan difasilitasi,” ucapnya, Senin, 18 Maret 2019. Pertemuan dihadiri perwakilan warga, bersama Kepala Desa Burangkeng dan Camat Setu.

Hussein pun mengatakan, pertemuan dengan Plt Bupati Bekasi dilakukan karena pertemuan dengan Asisten Daerah III tidak menghasilkan keputusan. Setelah Pt Bupati menyatakan akan memenuhi se‎mua tuntutan, maka warga kembali membuka TPA dan mengharapkan tuntutan mereka akan segera direalisasikan.

Seperti diketahui, sejak Senin, 4 Maret 2019, TPA Burangkeng ditutup warga sekitar. Aksi penutupan dilakukan lantara mereka memprotes tidak adanya kompensasi bagi warga terdampak sejak TPA didirikan. Mereka lantas menuntut kompensasi dalam bentuk uang.

Pemerintah Kabupaten Bekasi sempat menolak memberikan uang kompensasi karena tidak ada regulasi yang mengatur, baik dari undang-undang maupun peraturan pemerintah. Pemberian uang kompensasi akan difasilitasi setelah bertemu langsung dengan Eka.

Secara terpisah, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dody Agus Suprianto, mengaku lega dengan dibukanya kembali TPA. Namun, persoalan belum usai lantaran terdapat belasan ribu ton sampah yang tersebar di pemukiman dan pasar yang harus segera diangkut. Dody menyebut, setidaknya diperlukan waktu dua pekan untuk mengembalikan pada kondisi normal.


Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

X