Sabtu, 4 April 2020

Bermula dari Bencana Alam, Perajin Sapu Ijuk Berkumpul dan Mengembangkan Usaha

- 13 Maret 2019, 07:19 WIB
DUA orang pekerja tengah menyisir dan merapikan serat ijuk di Desa Cihaur Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka, Selasa 12 Maret 2019.*/AGUS IBNUDIN/PR

Enam pengelola

Saat ini, sedikitnya ada enam pengelola yang berkecimpung dalam usaha seputar ijuk, seperti H. Daud, H. Dodo, Aud, H. Yayah, Iwan, dan Uum.

Meskipun soal ijuk, tetapi tidak semua mengerjakan kerajinan sapu ijuk. Ada di antar mereka yang hanya menyediakan bahan bakunya. “Serat ijuk ini ‘kan’ banyak manfaatnya, mulai dari dibuat sapu, sikat, untuk ‘septic tank’, bahan atap, hingga tali. Bahkan, dapat juga untuk membantu dalam pembenihan ikan di kolam,” jelasnya.

Sementara itu, untuk suplai lakop, sejauh ini masih didatangkan dari Cimuncang. Dan, di Cimuncang sendiri mendapat kiriman dari luar Majalengka. “Di Cimuncang, skala-nya sudah besar. Bahkan, kabarnya seorang perajin bisa memproduksi hingga 200 sapu ijuk per hari,” katanya.

Tasih menjelaskan, kerajinan membuat sapu ijuk ini selain merupakan pekerjaan untuk mengisi waktu luang, juga menjadi mata pencaharian tambahan.

Secara terpisah, seorang pekerja lainnya Apam mengungkapkan, produksi dari Garatengah Cihaur ini banyak diambil pemesan dari Rajagaluh.

loading...

“Ini berbeda dengan yang di Cimuncang Malausma. Mereka, selain ke Rajagaluh, juga dikirim ke wilayah timur, seperti Kuningan dan Jawa Tengah,” katanya.

Pekerja di bagian penyisiran ijuk Dian menyebutkan, untuk kebutuhan bahan baku serat ijuk, selain memanfaatkan potensi lokal pohon-pohon aren yang berada di wilayah Maja, juga mendapat kiriman dari luar daerah, seperti Kuningan, Ciamis, dan bahkan Bandung.

Berdasarkan catatan, bahan baku ijuk sendiri terdapat pada pangkal daun pohon enau atau aren (Arenga pinnata). Untuk dibuat sapu, serat-serat itu dijalin menjadi satu melalui proses produksi sederhana. Karakteristik ijuk antara lain memiliki lembaran tebal, tetapi tetap lentur.

Patut disadari, sapu ijuk merupakan alat pembersih lantai tradisional atau bersifat “jadul” yang hingga kini ternyata masih banyak digunakan, seperti di rumah, sekolah, dan perkantoran. Selain mudah digunakan, familiar, tentunya sapu ijuk ini ramah lingkungan.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X