Senin, 17 Februari 2020

Bermula dari Bencana Alam, Perajin Sapu Ijuk Berkumpul dan Mengembangkan Usaha

- 13 Maret 2019, 07:19 WIB
DUA orang pekerja tengah menyisir dan merapikan serat ijuk di Desa Cihaur Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka, Selasa 12 Maret 2019.*/AGUS IBNUDIN/PR

SEKITAR lima kilometer selepas pusat Kota Maja menuju Banjaran di Kabupaten Majalengka akan bertemu sebuah kawasan sejuk dan tertata. Perkampungan yang kerap digadang-gadang sebagai salah satu sentra kerajinan sapu ijuk itu adalah Blok Garatengah, Desa Cihaur, Kecamatan Maja.

Sejumlah perajin terlihat tengah mengerjakan aktivitasnya, mulai dari menyisir ijuk dan merapikannya. Sebagian perajin lain tengah merangkai ijuk menjadi sapu.

“Dalam satu hari, mampunya paling banyak membuat 80 buah sapu,” ujar seorang perajin Ny. Tasih (46) saat ditemui di area kerjanya, Selasa 12 Maret 2019.

Di tempat itu terdapat sejumlah alat pendukung untuk membuat sapu ijuk, seperti sisir besi untuk merapikan serat, tambang plastik untuk mengikat ijuk, dan lakop atau penjepit ijuk yang terbuat dari plastik.

Tasih menuturkan, kegiatan yang ditekuninya tergantung ketersediaan bahan baku. “Bisa setiap hari. Tetapi, biasanya paling ramai Jumat malam, karena pesanan diangkut pada Sabtu,” jelasnya seraya menuturkan, selama ini pesanan terbesar berasal dari Rajagaluh.

Jumlah yang dikirim ke Rajagaluh pada setiap Sabtu konon mencapai lebih kurang 800 buah. Itu berasal dari sejumlah perajin di sana.

Di jalan raya Garatengah sendiri tampak berjejer tumpukan atau gulungan ijuk. Selain untuk bahan baku pembuatan sapu, juga ada yang dijual per gulungan.

Menurut perempuan yang pernah berkiprah di Kota Kembang Bandung ini, maraknya kegiatan kerajinan sapu ijuk di Garatengah tidak lepas dari peran warga Dusun Cigintung di Desa Cimuncang Kecamatan Malausma. Waktu itu, pada 2013, di sana terjadi bencana alam.

Beberapa warga yang di Cimuncang dikenal sebagai perajin ijuk dan masih memiliki hubungan kerabat itu ada yang pindah ke Garatengah. Dan, di tempat baru itu mereka mengembangkan kerajinan sapu ijuk.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X