Minggu, 15 Desember 2019

Badan Geologi Sarankan 17 Rumah di Kuningan Direlokasi

- 12 Maret 2019, 20:18 WIB
SEORANG warga berdiri diantara reruntuhan bangunan yang terkena longsor Blok Pasir bagarurung, Kabupaten Kuningan yang terjadi pada Minggu, 10 Maret 2019. Atas surat rekomendasi Badan geologi, sebanyak 17 rumah di bawah lereng tersebut disarankan untuk direlokasi.*/NURYAMAN/PR

KUNINGAN, (PR).- Badan Geologi merekomendasikan agar 17 rumah penduduk di lingkungan RT 3 RW 2, Kampung Sindangasih, Dusun Ciawitali, Desa Cimenga, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan dipindahkan (relokasi) ke tempat yang lebih aman. Hal ini karena area bidang longsor pada lereng perbukitan di atas permukiman warga tersebut berpotensi alami longsor susulan.

Rekomendasi itu disampaikan Badan Geologi kepada Bupati Kuningan melalui surat Nomor 460/45/BGLV/2019 tertanggal 5 Maret 2019 perihal laporan singkat hasil pemeriksaan gerakan tanah di kampung tersebut. Surat berisi dan rekomendasi tersebut dikirimkan Badan Geologi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan, Selasa, 12 Maret 2019.

Sebagaimana diberitakan, lereng perbukitan Blok Pasir Bagarurung yang terletak tepat di atas permukiman penduduk mengalami longsor pada Minggu, 10 Maret 2019. Longsor tersebut mencapai ratusan meter persegi.

Masih beruntung, tumpukan material longsor hingga sekarang masih tertahan di lereng perbukitan. Tidak sampai turun menerjang belasan rumah di bawahnya. Namun, demi menjaga keselamatan jiwa, para penghuni 17 bangunan di bawahnya telah mengosongkan rumah dan mengungsi sementara. 

Dalam surat rekomendasi tersebut juga dikatakan untuk waspada terhadap potensi gerakan tanah, terutama pada saat dan setelah hujan. Ini artinya, rumah yang ada di sekitar area longsor disarankan untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Selain itu Badan Geologi menyarankan untuk memantau intensitas curah hujan, pemantauan retakan, dan pemantauan kondisi lereng bagian atas yang melibatkan masyarakat setempat.

Sebagai upaya pencegahan, jika di sekitar area longsor ada tanda-tanda retakan segera diisi dengan tanah liat yang dipadatkan. Selain itu area longsoran itu harus diusahakan terbebas dari keberadaan genangan dan aliran air.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kuningan Heru Hermawan juga mengatakan telah menerima rekomendasi serupa untuk Dusun Wage dan Dusun Kliwon, Desa Legokherang, Kecamatan Cilebak, Kuningan. "Dalam surat tersebut Badan Geologi menyimpulkan daerah bencana pergerakan tanah di dua dusun itu pada saat ini masih berpotensi terjadi pergerakan tanah susulan berupa rayapan (tipe lambat) dan longsoran material rombakan (tie cepat)," ujarnya kepada wartawan PR, Selasa, 12 Maret 2019.

Hanya saja, saat ini daerah bencana di dua dusun itu masih relatif aman dan layak huni, meski dengan syarat sesuai rekomendasi teknis Badan Geologi. Diantaranya dengan penutupan alur retakan, penataan drainase, serta jangan sampai ada yang membangun rumah, kolam, dan sawah pada lahan-lahan yang kini sudah mengalami retakan-retakan dan amblas.***



Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X