Kamis, 20 Februari 2020

Pegiat Antikorupsi Tasikmalaya: Uu Harus Kooperatif Hadiri Sidang Korupsi Dana Hibah

- 12 Maret 2019, 15:37 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum/DOK HUMAS PEMPROV JABAR

SINGAPARNA, (PR).- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum seharusnya bersikap kooperatif dengan hadir dalam persidangan dugaan korupsi dana hibah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, ketimbang menghadiri kegiatan lain. Soalnya, kehadiran Uu sangat penting guna membuka tabir dugaan penyunatan dana hibah 2017 yang membuat terang benderang perkara.

Mangkirnya Uu juga makin mempertebal anggapan eks Bupati Tasikmalaya terlibat dalam penyelewengan hibah. "Jangan sampai orang berspekulasi Pak Uu terlibat dan itu juga buat kepentingan Pak Uu agar masyarakat tidak suudzon (berburuk sangka)," kata pegiat antikorupsi sekaligus salah seorang pendiri Tasikmalaya Corruption Watch (TCW) Roni Romansyah, di Singaparna, Selasa, 12 Maret 2019. 

Roni mendesak Uu memenuhi undangan sebagai saksi dalam persidangan. "Bukalah seterang-terangnya," ujar Roni. 

Menurutnya, persidangan akan menjadi momen bagi wakil Ridwan Kamil di Pemprov Jabar tersebut untuk mengklarifikasi persoalan hibah dan tudingan dirinya terlibat.

"Kalau di pengadilan sudah jelas mekanisme, aturannya, lebih baik datang sampaikan apa adanya," katanya. 

Seperti diketahui, Uu kembali mangkir dari panggilan sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin, 11 Maret 2019. Ia berdalih tak bisa datang karena menghadiri undangan langsung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dalam acara ‎peresmian National Plastic Action Partnership di Jakarta. 
Mangkirnya Uu tersebut bukanlah kali pertama. Pada 25 Februari 2019, Uu juga tak hadir dalam persidangan yang sama. 

Saat itu, ia justru menghadiri permintaan klarifikasi Bawaslu Kota Tasikmalaya terkait dugaan pelanggaran kampanye di Pesantren Sulalatul Huda.

Roni menambahkan, mangkirnya Uu bukan hanya menimbulkan prasangka pada dirinya. Kinerja penegak hukum yang tak bisa menghadirkannya di depan majelis hakim dan persidangan pun ikut kena sorotan publik. 

"Kenapa (penegak hukum) enggak bisa menghadirkan, apa karena jabatannya," ujarnya. 

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X