Pemprov DKI Minta Sekolah Topeng Monyet di Jawa Barat Ditutup

- 9 Maret 2019, 19:27 WIB
ILUSTRASI.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Suzi Marsita mendesak pemerintah pusat untuk segera menutup sekolah-sekolah topeng monyet. Untuk sementara, setidaknya terdapat tiga titik sekolah topeng monyet yang sudah diketahui keberadaannya, yakni di Sumedang, Cirebon dan Tasikmalaya.

“Menjerat pelaku sekolah usaha topeng monyet dengan pasal KUHP (penyiksaan hewan) sehingga diharapkan tidak ada lagi topeng monyet di daerah-daerah,” katanya ketika dihubungi Antara, Sabtu, 9 Maret 2019.

Dia menambahkan Dinas Kehutanan DKI tidak melakukan penangkapan terhadap pelaku pengguna jasa sekolah topeng monyet. Yang dilakukan adalah upaya persuasif dan pemberitahuan bahwa kegiatan yang mereka lakukan dilarang.

“Hasil rapat koordinasi dengan kepala BKSDA salah satu poinnya adalah mendorong Dinas Kehutanan untuk membuat Perda tentang larangan topeng monyet,” katanya.

Namun pemerintah, menurut dia, memang belum membuat Perda yang memuat sanksi bagi para pelaku usaha topeng monyet yang bertujuan untuk memberikan efek jera. Pemerintah harus mencari solusi untuk memberikan alih profesi bagi pelaku usaha topeng monyet.

Sementara itu, Jakarta Animal Aid Network (JAAN) mendukung Dinas Kehutanan mendesak pemerintah mengeluarkan peraturan untuk memberikan sanksi pada para pelaku usaha sekolah topeng monyet.

“Harus ada aturan yang mengatur berkoordinasi dan didorong untuk mengeluarkan peraturan untuk menambah sanksi bagi para pelaku,” kata Kepala Divisi Satwa Liar JAAN, Rahmat Zai ketika ditemui di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Dinas Kehutanan bersama dengan JAAN dan BKSDA melakukan razia pemeliharaan monyet yang digunakan untuk atraksi topeng monyet di Gang Sawah Liong 8, Jembatan Lima, Jakarta Barat, Sabtu, 9 Maret 2019. Razia kembali digelar setelah beberapa lama tidak melakukan penertiban terhadap pelaku usaha topeng monyet di DKI Jakarta.

Rahmat Zai mengatakan, selain delapan ekor kera, dalam razia tersebut tim juga mengamankan dua pelaku usaha beserta sejumlah alat peraga topeng monyet. “Saat razia dua pelaku usaha topeng monyet ditangkap ketika bersiap untuk berangkat ngamen, saat dimintai keterangannya dilihat dari KTP kedua pelaku berasal dari Cirebon," kata Zai.***

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X