Senin, 16 Desember 2019

Jangan Cuma Tarbiyah, Uu Ingatkan Siyasah dan Muamalah pun Penting untuk Umat

- 27 Februari 2019, 11:17 WIB
WAKIL Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.* HUMAS PEMPROV JABAR

BANJAR, (PR)- Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengajak para Nahdliyin atau warga Nahdlatul Ulama (NU), agar memperkuat aspek siyasah (politik) dan muamalah (bisnis), disamping terus mengembangkan sisi tarbiyah (pendidikan) bagi umat.

"Siyasah, kita harus maju bergerak masuk wilayah politik. Muamalah, ekonomi keumatan juga harus maju," kata Uu saat menjadi Narasumber pada Acara Dialog Nasional dan Temu Usahawan dengan tema 'Tantangan dan Masa Depan NU dalam Mewujudkan Kedaulatan Ekonomi Rakyat,' pada kegiatan NU Expo 2019, di Lapangan Taman Kota Banjar, Selasa 26 Februari 2019.

Siyasah jangan ditinggal, kata Uu. Sebab, dunia politik dipandang memiliki kepentingan dalam agama. Dirinya menilai, seorang pemimpin, dengan kekuasaannya sehebat apapun, apabila tidak melibatkan agama dalam urusan politik pasti akan kurang keberpihakannya kepada umat.

Agama, tidak cukup hanya dibentengi oleh pendidikan, misalnya seperti kegiatan transfer ilmu antara kiai dan santri, tetapi harus dipadukan dengan kekuatan politik. Karenanya, pemikiran siyasah dan tarbiyah harus dijalankan bersamaan dalam kemenangan politik.

"Sehingga, berdampak kepada kepentingan umat yang akan terakomodir oleh negara. Apalagi di Indonesia, Islam menjadi agama mayoritas. Agama secara fundamental berbicara masalah akidah, keyakinan, dan penguasa adalah penjaganya,” tambah Uu. Bahkan, lanjutnya, dalam sistem ketatanegaraan Indonesia dalam azas Pancasila sudah jelas, terdapat pasal yang berbunyi "Ketuhanan yang Maha Esa".

Sementara muamalah, akan menaungi umat terhadap kehidupan yang mandiri, dan berdikari. Sehingga kehidupan umat akan berdiri kokoh. "Dengan 'Jabar Juara Lahir Batin' akan kita kenalkan pendidikan, bisnis, dan politik sekaligus. Mendorong segala potensi yang dimiliki para pemuda," katanya.

"Kita harus berusaha, supaya nanti kita punya kemampuan untuk memberi bukan meminta. Harus ada kahayang (kemauan), kawani (keberanian), dan kaelmuan (keilmuan)," ujarnya.***



Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Tags

Komentar

Terkini

X