Kamis, 12 Desember 2019

Cari Hilda Fauziah, Polres dan KPAI Kabupaten Tasikmalaya Buka Layanan Nomor Telefon Khusus

- 26 Februari 2019, 20:43 WIB

SINGAPARNA, (PR).- Kepolisian Resort Tasikmalaya dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah Kabupaten Tasikmalaya, membuka nomor kontak khusus dalam pencarian Hilda Fauziah (19). Hilda, dara asal Kampung Cijambu, Desa Cikawung, Kecamatan Pancatengah tersebut menghilang dari kediamannya sejak November 2019.

Pembukaan layan telefon khusus tersebut disampaikan Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto. Ia menuturkan, warga yang mengetahui keberadaan Hilda bisa menginforamasikan ke nomor telefon Polres Tasikmalaya 081223003339, sedangkan KPAID 085223230254.

Dengan pembukaa hotline tersebut, posisi Hilda bisa terlacak dan ditemukan. Seperti diketahui, Hilda diduga kabur karena menolak dinikahkan dengan Uyep (24) pada 17 November 2018.

Gadis itu meminta pihak keluarga menunda dulu pernikahan lantaran berkeinginan kuliah selepas lulus Aliyah. Hilda telah dilamar oleh Uyep saat dirinya masih berstatus pelajar SMP.

Karena ia dianggap menyetujui, kedua keluarga pun menyusun dan menetapkan waktu pernikahan. Ato menuturkan, pihak keluarga, termasuk Ibunda Hilda, Aidah sempat menceritakan persoalan itu dalam pertemuan dengan Kapolres Tasikmalaya Ajun Komisaris Besar Polisi Dony Eka Putra, dan‎ Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Ajun Komisaris Polisi (AKP) Pribadi.

Sementara pihak kepolisian telah melakukan berbagai upaya menelusuri keberadaan Hilda. "Kepolisian sudah melakukan pencarian baik deteksi secara digital penyebara foto," ucap Ato saat dihubungi.

Persoalannya, Hilda tak lagi menggunakan telefon genggamnya sejak dua hari dinyatakan meninggalkan rumah. Ia menghilang sejak 4 November 2019 atau beberapa hari menjelang pernikahannya. 

Ato menilai, praktik pernikahan yang menjadi adat Kampung Cijambu seperti dialami Hilda adalah kawin gantung. "Ketika anak lulus SD, ketika lelaki datang (melamarkan), segerakan (perkawinan)," ujarnya.

Sang anak perempuan tersebut dicirian atau diikat untuk menikah dengan pria yang datang melamarnya. Sementara waktu pernikahan didasarkan pada kesepakatan keluarga.


Halaman:

Editor: Fani Ferdiansyah

Tags

Komentar

Terkini

X