Selasa, 10 Desember 2019

Akses Layanan Kesehatan, Warga Jawa Barat Punya Empat Pintu Darurat

- 23 Februari 2019, 10:02 WIB
GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil.* HUMAS PEMPROV JABAR

BANDUNG, (PR).- Peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, menjadi salah satu aspek prioritas dalam pembangunan Provinsi Jawa Barat. Sebab kesehatan dipandang sebagai modal dasar manusia untuk meningkatkan produktivitas.

Oleh karena itu, isu terkait Problematika Pelayanan dan Pembiayaan Kesehatan menjadi menarik untuk dibahas di dalam kegiatan Temu Pemimpin untuk Aspirasi Masyarakat (TEPAS), yang digelar di rumah dinas Gubernur Jawa Barat, Gedung Negara Pakuan, di Bandung, Jumat 22 Februari 2019.

"Curhat dari rakyat kali ini terbagi dua, ada yang sifatnya sistemik, ada juga yang sifatnya kasuistik," ungkap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Sistemik, misalnya ada yang curhat soal permasalahan BPJS, kemudian status perawat yang honorer. Kalau kasuistik, curhat masyarakat yang berhubungan dengan kedokterannya dan fisiologi, tentang penyakitnya langsung," katanya.

Emil, panggilan Gubernur, menyebutkan ada empat pintu darurat, yang akan sangat responsif bila masyarakat membutuhkan akses cepat terkait kebutuhan pembiayaan maupun penanganan kesehatan yang cukup urgen. Empat pintu tersebut adalah Jabar Quick Response (JQR), Komunitas Jabar Bergerak, Baznas Jabar, ada juga wecare.id (crowdfunding).

"Kami bentuk Jabar Quick Response (JQR), ternyata sangat dibutuhkan, terbukti laporan permohonan bantuan dan lain- lain kurang lebih sudah 42 ribu aduan," katanya.

Adapun Komunitas Jabar Bergerak, merupakan perkumpulan organisasi nonpemerintah, yang dikukuhkan Emil, Senin 18 Februari 2019 lalu di rumah dinasnya. Perkumpulan Jabar Bergerak ini siap menolong warga Jawa Barat yang mengalami kesulitan di berbagai bidang secara mandiri atau tidak menggunakan APBD.

Adapun Baznas Jabar, sebagai lembaga resmi Pemerintah, siap juga menampung pengaduan dan memberi bantuan kepada masyarakat terkait dengan pembiayaan kesehatan. Ditambah platform "crowdfunding", dari wecare.id, yang melakukan penggalangan dana secara digital.

Di samping itu, Emil juga berharap Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan supaya meningkatkan pelayanannya hingga tercapai pelayanan yang "zero complain". Maka Emil pun menginginkan Posko BPJS ada di setiap rumah sakit, untuk menampung pengaduan langsung dari pasien, bila ada.


Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Tags

Komentar

Terkini

X